Wall Street Tergilas Tarif Otomotif Trump, Dow Jatuh Hampir 200 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS jatuh pada Kamis waktu AS atau Jumat (28/03/2025) WIB. Investor mempertimbangkan sentimen terkait tarif dari Presiden Donald Trump, termasuk tarif barunya yang ditujukan kepada produsen mobil asing.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 155,09 poin, atau 0,37%, menjadi 42.299,70. Indeks S&P 500 turun 0,33% menjadi 5.693,31, sementara Nasdaq Composite turun 0,53% menjadi 17.804,03.
Saham beberapa produsen mobil mengalami penurunan setelah Trump pada Rabu malam mengumumkan tarif 25% terhadap "semua mobil yang tidak dibuat di Amerika Serikat," yang akan mulai berlaku pada 2 April. Saham General Motors turun lebih dari 7%, sementara saham Ford melemah hampir 4%. Namun, saham Tesla milik Elon Musk naik 0,4%. Beberapa analis Wall Street melihat Tesla sebagai penerima manfaat relatif dari tarif otomotif Trump karena produksi domestiknya.
Trump telah lama mempertimbangkan penerapan bea masuk pada negara-negara yang memiliki tarif sendiri terhadap impor AS dan mengatakan pada hari Rabu bahwa tarif balasannya akan bersifat permanen selama seluruh masa jabatan keduanya.
Namun, pernyataan Trump minggu ini tentang tarif yang akan datang pada 2 April memberi sedikit kelegaan bagi investor. Pada hari Rabu, ia mengatakan bahwa tarif tersebut akan "sangat lunak" dan bahwa ia bersedia mengurangi tarif terhadap China untuk membantu mencapai kesepakatan dengan ByteDance terkait TikTok. Pada saat yang sama, dengan menggunakan tarif sebagai taktik negosiasi, ia mengancam pada hari Kamis untuk memberlakukan bea masuk yang "jauh lebih besar" terhadap Uni Eropa dan Kanada jika mereka bekerja sama untuk melawan kebijakan tarifnya.
Pengumuman Trump datang ketika investor sudah khawatir tentang bagaimana tarif balasannya akan memengaruhi ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
"Saya pikir ini lebih ke cara kebijakan perdagangan diterapkan yang membuat investor gelisah. Pendekatan yang diambil [Departemen Efisiensi Pemerintahan] membuat orang khawatir ada sesuatu yang terlewat. Ini bukan soal kebijakan itu sendiri, tetapi bagaimana cara mereka menanganinya," beber Sameer Samana, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute.
Baca Juga
Pasar Eropa Babak Belur Dihantam Tarif Otomotif Trump, Saham Stellantis Anjlok 4%
"Jika dalam beberapa minggu ke depan kita memiliki kerangka kerja perdagangan dan tarif yang jelas, sehingga perusahaan dan konsumen dapat mulai membuat keputusan dengan lebih pasti, mungkin ini hanya hambatan jangka pendek dan kita bisa kembali ke jalur yang lebih stabil," tambahnya.
Indeks utama masih mencatatkan kenaikan tipis minggu ini. S&P 500 naik 0,5%, sementara Nasdaq naik 0,1%. Dow, yang terdiri dari 30 saham unggulan, telah bertambah sekitar 0,8% sepanjang minggu ini.

