Sekuritas Ini Revisi Naik Target Laba Harita Nickle (NCKL), Adapun Potensi Cuan Sahamnya 125%
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) atau Harita Nickle direvisi naik tahun 2025 dan 2026, seiring dengan lompatan tahun 2024 hingga lampaui estimasi dan tingkat margin keuntugan lebih tinggi. Sedangkan target harga sahamnya berpotensi melesat lebih dari 125% dalam 12 bulan ke depan.
Trimegah Bangun Perkasa atau Harita Nickle (NCKL) membukukan kenaikan pendapatan tahun 2024 sebanyak 13% dari Rp 23,85 triliun menjadi Rp 26,96 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan EBITDA dari Rp 6,83 triliun menjadi Rp 8,60 triliun.
Perseroan juga mencatatkan lompatan laba bersih sebanyak 13,5% dari Rp 5,61 triliun menjadi Rp 6,38 triliun. Laba tersebut merefleksikan margin keuntungan ebrsih sebanyak 23,7%.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Bukukan Laba Rp 6,38 Triliun, Melonjak 13,52%
“Realisasi pendapatan dan laba bersih tersebut sudah sesuai estimasi kami dan lampaui perkiraan consensus analis,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Timothy Wijaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Didukung pencapain kinerja yang kuat tersebut BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih NCKL tahun ini dari semula Rp 8,65 triliun menjadi Rp 9,38 trilun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih tahun 2026 direvisi naik dari Rp 9,58 triliun menjadi Rp 10,01 triliun.
Revisi naik laba tersebut berasal dari penyelesaian sejumlah pabrik yang diharapkan menekan beban perseroan. Peningkatan tersebut juga diharapkan datang dari perolehan dividen dari anak usahanya. Revisi naik juga menggambarkan berjalannya efisiensi biaya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.500. Jika mengacu level penutupan kemarin Rp 665, terbuka peluang kenaikan harga saham ini lebih dari 125%.
Baca Juga
Tahun lalu, Harita Nickel (NCKL) mencatatkan volume penjualan bijih nikel sebanyak 23,75 juta wet metric ton (wmt) kepada perusahaan afiliasi. Sedangkan dari lini bisnis pengolahan dan pemurnian nikel, perseroan membukukan penjualan feronikel (FeNi) sebanyak 126.344 ton, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) mencapai 63.431 ton, dan produk turunan MHP berupa Nikel Sulfat (NiSo4) sebesar 38.622 ton.
Estimasi Kinerja Keuangan NCKL
Perusahaan juga berhasil menyelesaikan pembangunan refinery kedua PT Obi Nickel Cobalt (ONC) dan melakukan produksi komersial secara penuh sejak Agustus 2024. Dengan demikian, total kapasitas terpasang pemurnian nikel berkadar rendah yang dimiliki Harita Nickel mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam MHP per tahun. Dari lini smelter, setelah menyelesaikan pembangunan smelter rotary kiln-electric furnace (RKEF) kedua pada 2023, PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), total kapasitas terpasang FeNi mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam FeNi per tahun.
"Perseroan melihat kondisi industri nikel secara global belum terlalu baik dan akan penuh tantangan dalam beberapa tahun mendatang, mulai dari perlambatan ekonomi global, persaingan usaha yang semakin ketat, hingga peningkatan biaya operasional akibat perubahan kebijakan baik domestik maupun internasional. Harita Nickel menyikapi hal-hal di atas dengan upaya meningkatkan efisiensi dalam operasional perusahaan guna mempertahankan daya saing," paparnya.

