GameStop Terbitkan Obligasi Rp 21,6 Triliun untuk Beli Bitcoin dan Dijadikan Sebagai Cadangan Aset Perusahaan
JAKARTA, investortrust.id - Gamestop Corp (NYSE: GME) akan mengumpulkan US$ 1,3 miliar atau setara Rp 21,6 triliun melalui penawaran privat obligasi senior (convertible senior notes) yang dapat dikonversi. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan investasi institusional berdasarkan Peraturan 144A Undang-Undang Sekuritas tahun 1933.
Perusahaan yang berpusat di Texas tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka dapat memberikan pembeli awal opsi untuk memperoleh tambahan US$ 200 juta atau setara Rp 3,3, triliun dalam bentuk obligasi dalam waktu 13 hari sejak penerbitan. Obligasi tanpa bunga dan tanpa jaminan ini akan jatuh tempo pada tanggal 1 April 2030.
GameStop adalah perusahaan pengecer untuk produk video game, elektronik, dan layanan nirkabel yang ada di Amerika Serikat. Perusahaan ini bermarkas di Grapevine, Texas, Amerika Serikat dan mengoperasikan 6,457 toko pengecer di seluruh Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Eropa.
Dilansir dari Bitcoin.com, Kamis (27/3/2025) Gamestop berharap untuk menggunakan hasil bersih dari penawaran tersebut salah satunya untuk akuisisi Bitcoin sesuai dengan kebijakan investasi Gamestop.
Di mana dewan direksi Gamestop kini menyetujui perubahan dalam kebijakan investasi perusahaan. Menurut pengumuman tersebut, dewan "dengan suara bulat menyetujui pembaruan kebijakan investasinya untuk menambahkan Bitcoin sebagai aset cadangan kas perusahaan. “Kebijakan investasi perusahaan mengizinkan investasi dalam aset mata uang kripto tertentu, termasuk Bitcoin dan stablecoin berdenominasi dolar AS,” berikut pernyataannya.
Baca Juga
CEO MicroStrategy Soroti Pentingnya Bitcoin dalam Cadangan Kripto AS yang Baru
Menurut laporan keuangannya, Gamestop melaporkan kas dan setara kas akhir tahun sebesar US$ 4,757 miliar. Obligasi tersebut dapat dikonversi menjadi uang tunai, saham biasa Kelas A, atau gabungan keduanya, tergantung pada pilihan perusahaan. Ketentuan akhir seperti nilai tukar dan hak penebusan akan ditentukan berdasarkan harga, berdasarkan harga rata-rata tertimbang volume gabungan AS dari saham Kelas A Gamestop antara pukul 1:00 siang dan 4:00 sore waktu timur AS.
Adapun strategi Gamestop mirip dengan yang telah digunakan oleh Microstrategy (Nasdaq: MSTR), yang baru-baru ini berganti nama menjadi Strategy. Perusahaan perangkat lunak tersebut telah mengumpulkan sekitar 506.137 BTC hingga 23 Maret. Strategy menggunakan kombinasi penawaran ekuitas dan utang konversi untuk mendanai akuisisi aset digitalnya.
Baca Juga
Cadangan Bitcoin AS Jadi Sinyal Positif bagi Regulasi Kripto Indonesia?
Ketua Eksekutif Michael Saylor menyebut langkah Bitcoin Gamestop sebagai "langkah ke arah yang benar." Rencana Gamestop menggarisbawahi tren yang lebih luas dari perusahaan yang memanfaatkan instrumen utang untuk mendapatkan eksposur ke mata uang kripto.

