Bagikan

Pengurus Danantara Ditetapkan, Berikut Saham Diprediksi Reli

JAKARTA, investortrust.id – Pengurus sovereign wealth fund (dana kekayaan negara/SWF) Danantara Indonesia telah ditetapkan dan daftarnya diumumkan, kemarin. Bahana Sekuritas menganalisis koleksi sejumlah saham diprediksi menguntungkan di tengah proyeksi reli kinerjanya, setelah ketidakpastian soal Danantara berkurang.

Head of Research Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro melihat investor mulai bersikap lebih konstruktif terhadap pasar saham Indonesia, setelah pengumuman susunan 18 orang baru yang akan mengelola operasi Danantara. SWF yang baru didirikan ini akan mengelola aset BUMN Indonesia senilai US$ 900 miliar.


“Profesionalisme dan mentalitas meritokrasi yang ditunjukkan para pemimpin Danantara seharusnya dapat menghilangkan ketidakpastian politik yang melanda pasar saham Indonesia. Ketidakpastian itu telah menekan indeks acuan IHSG (indeks harga saham gabungan), yang telah turun sebesar 22,7% dari puncaknya di bulan Oktober 2024.” papar Satria, dikutip pada Rabu (26/03/2025).


Baca Juga

Ironis, Krisis Garam Hantui Industri, Stok Hanya Cukup Maret

Mayoritas Profesional, 55 Tahun
Dari data yang sudah dikumpulkan oleh Bahana Sekuritas, sebagian direktur pelaksana Danantara memiliki latar belakang profesional tanpa afiliasi politik. Sebagian mereka juga memiliki pengalaman kerja profesional di luar negeri, dengan interaksi yang sedikit pada politik dalam negeri.


Sekitar dua pertiga atau 67% pengurus Danantara memiliki keahlian di pasar modal, investasi, keuangan, atau perbankan. Lebih dari separuhnya atau 61% adalah lulusan sistem pendidikan Amerika Serikat, dan sebagian besar yakni 72% memiliki gelar Master atau PhD dengan usia rata-rata adalah 55 tahun.


“Kami yakin penunjukan para manajer senior Danantara mengisyaratkan pragmatisme pasar Presiden Prabowo Subianto atau momen kapitulasi pemerintah. Tepatnya setelah arus keluar dana asing senilai US$ 1,64 miliar dari pasar ekuitas Indonesia sejak awal 2025,” sambung Satria.

Susunan pengurus BPI Danantara. Infografis: Diolah Riset Investortrust 


Baca Juga

Hore, Rupiah Berbalik Menguat Menjauhi Rp 16.600


Koreksi pasar ekuitas ketika presiden baru masih dalam fase pembelajaran bukanlah hal baru. IHSG turun hingga 25% dari Maret hingga Oktober 2015 di awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo, saat ia bergulat dengan kompleksitas dalam mengelola ekonomi terbesar di Asia Tenggara.


“Sementara, klien institusional kami masih terbagi pendapatnya mengenai apakah jajaran Danantara merupakan ‘tim impian’ yang akan menarik kembali arus masuk asing. Tapi. kami pikir posisi dan ekspektasi investor terlalu pesimistis terhadap SWF kita,” ujar Satria.



Dewan Direksi Baru, Pilihan Saham

Bahana Sekuritas juga menilai, rapat pemegang saham  BUMN PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Senin dan Selasa kemarin ditutup dengan penunjukan profesional sebagai dewan direksi bank Himbara ini. "Karena pasar bekerja berdasarkan ekspektasi, Bahana Sekuritas percaya perkembangan yang netral atau bahkan sedikit positif pada Danantara atau bank BUMN berkapitalisasi besar, seharusnya cukup untuk memicu reli taktis aset Indonesia," tandasnya.


Sejak pelantikan pemerintahan baru Indonesia pada Oktober 2024, Indeks IDXBUMN -- yang terdiri dari saham-saham BUMN -- berkinerja lebih buruk dari indeks saham acuan IHSG. Kondisi ini terbebani ketidakpastian atas kebijakan pemerintah, khususnya mengenai Danantara. 


“Pilihan utama kami untuk saham-saham berkapitalisasi besar adalah BBRI, yang mungkin telah melakukan pencadangan dan mengatasi masalah kualitas asetnya. Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) karena pertumbuhan laba yang sehat dan peningkatan basis likuiditas,” tutur Satria.


Nama-nama BUMN lain yang menarik untuk dipantau menurut Bahana Sekuritas adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang baru-baru ini mencatat lonjakan signifikan dalam volume penjualan emasnya. Kemudian, ada saham PT Adhi Karya (ADH) Tbk yang menawarkan kisah perubahan haluan meskipun kinerja keuangan kuartal IV-2024 lebih lemah dari yang diharapkan.


Sedangkan perusahaan swasta dengan peluang pertumbuhan positif yang direkomendasikan Bahana Sekuritas adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang baru-baru ini memberikan prospek profitabilitas yang lebih baik.


“Untuk saham properti, kami pikir sektor ini dijual secara tidak adil. Sebagian besar penjualan pemasaran pengembang relatif sehat, di tengah penurunan tajam dalam penjualan otomotif dan barang-barang rumah tangga,” tutur Satria.


Pengurus Danantara ditetapkan, berikut saham yang diprediksi reli. Sumber: Bahana Sekuritas. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024