Hore, Rupiah Berbalik Menguat Menjauhi Rp 16.600
JAKARTA, investortrust.id - Hore, rupiah berbalik menguat menjauhi level psikologis Rp 16.600 per dolar Amerika Serikat, setelah Selasa pagi sempat terpuruk ke level terendah sepanjang sejarah Rp 16.634 per dolar AS. Penguatan terjadi menyusul investor asing akhirnya balik arah masuk ke pasar saham dengan mencatatkan net buy Rp 0,21 triliun pada perdagangan Selasa (25/03/2025), di Bursa Efek indonesia.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah di pasar spot valas berbalik menguat Rabu siang ini, meski pada pagi dibuka melemah terhadap greenback di Rp 16.599 per dolar AS. Mata uang Garuda pada pukul 13.46 WIB tercatat terapresiasi 14 poin atau 0,08% ke level Rp 16.575 per dolar AS dibanding kemarin, meski masih terdepresiasi 3,04% year to date.
Penguatan rupiah ini beriringan dengan kembali melesatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I Rabu (26/03/2025), yang ditutup naik 209 poin (3,35%) ke level 6.444. "Sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan akan mengundurkan pemberlakuan penaikan tarif impor automobile dari tanggal 2 April. Pada Selasa waktu AS (Rabu dini hari WIB), indeks utama bursa AS pun ditutup menguat," kata analis pasar modal Reza Priyambada, Jakarta, Rabu ini.
Baca Juga
Ironis, Krisis Garam Hantui Industri, Stok Hanya Cukup Maret
Menguat terhadap Euro
Rupiah siang ini juga tercatat menguat terhadap euro. Pada Rabu pukul 14.06 WIB, kurs rupiah terapresiasi 26 poin atau 0,15% ke level Rp 17.869. Namun, secara ytd masih terdepresiasi 7,26%.
Kurs rupiah juga menguat terhadap hard currency yang lain, yen Jepang, sebesar 0,51 poin atau 0,46% ke level Rp 110,14. Sedangkan secara ytd masih terdepresiasi 7,50%.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Bukukan Laba Rp 6,38 Triliun, Melonjak 13,52%

