IHSG Dibuka Melesat 1,07% Ditopang Kenaikan Saham Bank Besar Berikut
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/3/2025), dibuka melesat sebanyak 65 poin (1,07%) menjadi 6.229. Penguatan didorong kenaikan empat saham bank besar.
Pengautan tersebut juga ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor consumer non konsumsi, energi, keuangan, kesehatan, teknologi, dan infrastruktur. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer.
Begitu juga dengan sejumlah saham big cap, khususnya saham bank papan atas catatkan pembukaan pesat, seperti saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Saham emiten Prajogo, yaitu BREN dan CUAN juga naik pagi ini. Sedangkan saham listing perdana hari ini PT Yupi Jelly Gum Tbk (YUPI) naik tipis 10 poin.
Baca Juga
Target Harga Saham Hermina (HEAL) Dipangkas Saat Laba Naik, Ada Apa?
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat pagi ini dicatatkan saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) naik 20,45% menjadi Rp 212, PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 12,79% menjadi Rp 1.675, dan PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) sebanyak 12,75% menjadi Rp 575.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam pagi ini dicatatkan saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), dan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 96,96 poin (1,55%) menjadi 6.161,22 dan intraday sempat turun ke bawah 6.000. Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 160,61 miliar didominasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 238,54 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 96,06 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 51,15 miliar.
Kejatuhan indeks dipengaruhi koreksi hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor teknologi dengan kenaikan 3,79%. Penurunan terdalam melanda saham sektor material dasar 3,20%, sektor property 2,68%, sektor energi 2,63%, sektor kesehatan 2,35%, sektor consumer primer 1,65%, sektor industry 1,84%.
Baca Juga
BRI MI Siapkan Strategi Ini untuk Kelola Aset di Tengah Ketidakpastian
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten konglomerasi, seperti milik Prajogo Pangestu berupa BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti AMMN, BBRI, dan BBNI. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menguat 8%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 34,16% menjadi Rp 216 dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menguat 24,35% menjadi Rp 286.

