IHSG Sesi Melesat 107 Poin, Sejumlah Saham Berikut Torehkan Penguatan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (25/11/2024), ditutup melesat 107,84 poin (1,50%) menjadi 7.303,40. Pergerakan indeks dalam rentang 7.195-7.329 dengan nilai transaksi Rp 5,79 triliun.
Pengutan indeks didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan 1,47%, sektor energi 1,16%, sektor property 1,16%, sektor industry 0,98%, dan sektor consumer non primer 0,89%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor teknologi 1,14%.
Baca Juga
Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK: Kinerja Perbankan akan Semakin Baik di Triwulan IV 2024
Di tengah lompatan tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan harga, yaitu saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) naik 34% menjadi Rp 268, PT Dosi Roha Indonesia Tbk (ZBRA) melesat 33,33% menjadi Rp 104, dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menguat 30,60% menjadi Rp 175.
Pengutan juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat hingga auto reject atas (ARA) 24,74% menjadi Rp 1.790, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) menguat 19,27% menjadi Rp 260, dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menguat 19,05% menjadi Rp 300.
Sebaliknya saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), dan PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS).
Baca Juga
Bertumbuh Kuat hingga Oktober, Bagaimana Tren Penjualan ACES November dan Desember Tahun Ini?
Pekan lalu, IHSG ditutup menguat 34,30 poin (0,48%) menjadi 7.195,56. kenaikan sebanyak 341 saham, sebanyak 234 saham tak mengalami perubahan harga, dan sebanyak 370 saham mencatatkan penuruna. Meski IHSG pekan ini ditutup menguat kapitalisasi pasar (market cap) BEI masih turun tipis 0,08% menjadi Rp 12.053 triliun.
Penguatan indeks pekan 18-22 November tersebut ditopang atas kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 4,56%, sektor infrastruktur 2,03%, sektor materal dasar 1,25%, sektor consumer primer 2,22%, dan sektor energi 0,35%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property, sektor consumer non primer, dan sektor industry.
Grafik IHSG

