Ini Pesan BRI MI bagi Investor Pemula yang Ingin “Nyerok” Saham Saat IHSG Loyo
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer BRI Manajemen Investasi (MI) Herman Tjahjadi memiliki pesan khusus bagi investor pemula yang ingin mengambil kesempatan membeli saham emiten yang sedang turun.
“Untuk investor pemula yang belum pernah atau minim pengalaman berinvestasi dalam pasar saham, kami menyarankan untuk mulai berinvestasi pada reksa dana saham dahulu,” kata Herman, kepada investortrust.id, Senin (24/3/2025).
Baca Juga
Dia menjelaskan, reksa dana saham merupakan portofolio agregat dari saham-saham yang memiliki fundamental yang baik. Dengan begitu, profil risiko reksa dana saham lebih rendah daripada berinvestasi langsung ke saham.
Hendra mengatakan, di tengah pasar saham yang bergejolak, BRI MI menawarkan reksadana pasar uang seperti Seruni Pasar Uang (SPU) dan reksa dana campuran Balance Regular Income Fund (BRIF) bisa menjadi solusi utama investor yang memiliki profil konservatif dan ingin dividen reguler tiap bulan.
“Untuk investor yang memiliki resiko profil yang lebih tinggi, reksadana saham bisa tetap diakumulasi secara reguler karena pasar saham Indonesia sedang dalam valuasi yang sangat atraktif,” ujar dia.
Baca Juga
Industri Reksa Dana Indonesia Tertinggal Jauh dari India, Apa Penyebabnya?
Saat ini, BRI MI mengelola asset under management (AUM) sekitar Rp 50 triliun. Melihat aset dan kepercayaan publik, BRI MI menjadi salah satu jenama yang mendapat penghargaan Kategori Manajemen Investasi Reksadana Pendapatan Tetap dan Kategori Manajer Investasi Reksadana Saham dalam Investortrust Most Trusted Financial Brand Award 2025.
Hendra mengatakan, penghargaan semacam ini penting di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang bergejolak karena kondisi finansial global. “Jadi kami melihat bahwa memang kita harus me-restore kembali kepercayaan diri dari pelaku pasar dan investor global, serta investor domestik,” kata dia, saat pidato penghargaannya.

