DEN Ungkap Penyebab IHSG Anjlok dan Langkah yang Harus Dilakukan Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok. Mari pun menyampaikan rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meredakan gejolak pasar modal.
Diketahui, IHSG sempat merosot hingga menyentuh 7,11% ke level 6.011 pada perdagangan sesi I, Selasa (18/3/2025) kemarin. Bahkan, perdagangan saham harus terkena penghentian sementara (trading halt) selama 30 menit akibat penurunan lebih dari 5%.
Mari mengatakan, salah satu faktor penyebab anjloknya IHSG karena kekhawatiran investor mengenai penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyatakan fundamental ekonomi Indonesia secara umum stabil. Namun, investor khawatir dengan penurunan impor, penurunan deposito, dan realokasi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga
IHSG Anjlok, Luhut Sebut Prabowo Bakal Bertemu dengan Pelaku Pasar
"Memang ada kekhawatiran yang muncul di pasar dan itu kaitannya dengan melihat bahwa ada perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dipantau dengan impor turun, deposito turun. Ada beberapa indikator. Jadi ada kekhawatiran mengenai turunnya pertumbuhan," kata Mari Elka di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Untuk itu, Mari Elka merekomendasikan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi. Mari juga merekomendasikan agar pemerintah memastikan realokasi anggaran yang dilakukan saat ini mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Jadi belanjanya itu harus bisa mendorong pertumbuhan," katanya.
Faktor lain penyebab IHSG anjlok, kata Mari, karena kekhawatiran investor atas penurunan penerimaan pajak. Menurutnya, para pelaku pasar mewaspadai disiplin fiskal pemerintah setelah penerimaan negara turun pada awal tahun ini. Namun, Mari mengatakan, Presiden Prabowo telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin fiskal.
“Jadi ini perlu diulang pada kali ini," katanya.
Kemudian, penyebab lainnya IHSG anjlok berkaitan dengan pengelolaan BUMN. Mantan Menteri Perdagangan ini menyatakan, para pelaku pasar modal masih memantau perkembangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Mari memastikan Danantara akan dikelola secara profesional dan transparan.
"Semua akan menggunakan professional management dan akan digunakan transparansi dan governance yang tepat,” katanya.
Mari menepis anggapan yang menyebut IHSG anjlok karena kebijakan pemerintah yang tidak propasar. Mari menyatakan, anjloknya IHSG karena persepsi para pelaku pasar. Untuk itu, katanya, pemerintah harus membangun komunikasi publik yang baik, terutama dalam menjelaskan kebijakan yang diambil.
"Saya rasa bukan tidak propasar, tetapi lebih kepada persepsi mereka bahwa ada ketidakjelasan yang mereka anggap menyebabkan ketidakpastian. Jadi maka itu sebetulnya ini buat kami ini lebih banyak bagaimana kita bisa menjelaskan dengan lebih baik beberapa hal yang menjadi concern mereka,” ungkap Mari.
Baca Juga
Rupiah dan IHSG Melemah, Dorong Ekonomi dan Daya Beli untuk Tarik Investasi
Untuk itu, Mari menyambut positif kabar yang menyebutkan Prabowo akan bertemu para pelaku pasar. Dikatakan, pertemuan itu akan menjadi kesempatan Prabowo dan jajarannya untuk mendengar keresahan para pelaku pasar dan menjelaskan mengenai kebijakan yang dilakukan pemerintah.
"Ini mungkin akan menjadi kesempatan yang baik untuk Presiden sendiri menjelaskan. Bukan dari kita-kita, tetapi dari Presiden sendiri," katanya.

