Charoen (CPIN) Torehkan Lonjakan Laba 60%, Ini Menjadi Faktor Pendorong
JAKARTA, investortrust.id – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil cetak pertumbuhan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 60% menjadi Rp 3,71 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,31 triliun. Bahkan raihan laba tersebut telah melampaui torehan tahun 2022 bernilai Rp 2,93 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut terdorong peningkatan pendapatan CPIN sebanyak 10% menjadi Rp 67,47 triliun tahun 2024, dibandingkan torehan tahun 2023 senilai Rp 61,61 triliun.
Baca Juga
Menjelang Tahun 2025, Saham Emiten Peternakan Ayam JPFA, CPIN, dan MAIN makin Membara
Manajemen CPIN dalam rilis kinerja keungan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025) menyebutkan, pertumbuhan penjualan terutama didorong peningkatan penjualan segmen farm dan food. Kenaikan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan laba bruto, laba usaha, dan laba tahun berjalan sejalan dengan kenaikan marjin laba segmen feed dan farm.
Sedangkan penopang pertumbuhan margin keuntungan segmen farm, menurut manajemen CPIN, didukung membaiknya harga jual rata-rata ayam pedaging dan DOC.
Terkait tahun 2025, manajemen CPIN menyebutkan, Charoen akan tetap focus pada kegiatan usaha utama feed, farm, dan food. Perseroan juga akan membangun pabrik pakan ternak di Sulawesi Selatan untuk menambah kapasitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran ke Indonesia Timur.
Baca Juga
Charoen (CPIN) juga akan membangun kendang untuk indukan ayam (parent stock) di lokasi peternakan ayam yang sudah ada. Langkah ini bertujuan untuk menambah kapasitas produksi DOC.
Berdasarkan data, CPIN telah memiliki sebanyak 10 pabrik pakan ternak, sebanyak 140 peternakan GP dan PS, 56 hatchery serta lebih dari 12.500 peternak plasma. Segmen bisnis food, perseroan memiliki 30 fasilitas pengolahan makanan hingga 2.482 toko.

