IHSG Anjlok hingga 6,12%, Dirut BEI : Penurunan Indeks Bukan Sesuatu yang Tidak Wajar
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai rontoknya indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga turun sebanyak 395,87 poin (6,12%) menjadi 6.076 pada penutupan sesi I hari ini, Selasa (18/3/2025) merupakan sesuatu yang normal.
"Penurunan indeks sudah terjadi sejak minggu lalu dan bukan sesuatu yang tidak wajar," kata Direktur Utama BEI, Iman Rachman kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Iman mengutarakan bahwa penurunan indeks berpengaruh dari faktor global, termasuk perkembangan terkini di Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada investor asing.
Baca Juga
Keputusan FOMC Bakal Kerek Bitcoin ke Puncak Atau Ikut IHSG yang Lagi Jeblok?
Sebagaimana diketahui, sepanjang 2025 investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 26,04 triliun, termasuk Rp 1,77 triliun hanya dalam sepekan terakhir. Hal ini menandakan kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia sedang menurun.
Dalam riset MNC Sekuritas memaparkan, pada pekan ini, investor cenderung wait and see menjelang keputusan sejumlah bank sentral baik itu Bank Indonesia (BI) maupun The Fed dan BOJ, di mana BI diantisipasi kembali menahan suku bunga di level 5,75%.
Baca Juga
"Eskalasi geopolitik yang kembali meningkat antara AS dengan Yaman (Houthi) juga menjadi concern pasar, di mana hal ini mendorong kenaikan harga minyak mentah WTI sebesar 2,3%," tulis analis MNC Sekuritas Selasa, (18/3/2025).
Selain itu, spekulasi yang berkembang terkait reshuffle kabinet juga mendorong aksi sell off investor asing. Tercatat secara year to date (ytd) investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp 26,9 triliun.

