Transformasi Membuahkan Hasil, Begini Dampaknya bagi Prospek Kinerja Keuangan dan Saham Sentul City (BKSL)
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas kembali mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bukit Sentul Tbk (BKSL) dengan target harga Rp 250. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi lompatan penjualan marketing (marketing sales) menjadi Rp 2,8 triliun tahun ini dan berhasilnya transformasi dalam dua tahun terakhir.
Dengan harga penutupan level Rp 77 per saham pada akhir pekan lalu, peluang penguatan saham BKSL mencapai 224,67%. Sedangkan Daham setahun terakhir, saham BKSL telah melesat lebih dari 50%.
Baca Juga
GOTO Optimistis Cloud dan AI akan Jadi Sumber Efisiensi Baru Tahun Ini
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, Sentul City (BKSL) telah berhasil bertransformasi menjadi pemain property atas hanya dalam dua tahun. Di bawah manajemen baru terlihat banyak perubahan.
Sumber: Sucor Sekuritas
Di antaranya, menurut dia, BKSL akan disulap menjadi tujuan wisata baru di Indonesia didukung sejumlah objek wisata menarik, seperti air terjun, kolan renang, dan sejumlah destinasi wisata alam lainnya. Perseroan telah menunjukkan Claudia Inkiriwang untuk mentransformasi wilayah tersebut menjadi tujuan wisatawan lokal ke depan.
“Langkah ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung ke kawasan Sentul City yang diharapkan mendorong banyak orang tinggal di sana, seperti membangun bisnis hingga membeli rumah di kawasan tersebut,” terangnya.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Umumkan Kinerja, Laba Atribusi Entitas Induk Melesat 116,31%, tapi Sahamnya?
Selain bakal dijadikan destinasi wisata prioritas, Sucor Sekuritas menyebutkan, tingkat kepercayaan perbankan meningkat terhadap Sentul City (BKSL). Hal ini terlihat dari komitmen penyaluran kredit perbankan ke BKSL mulai meningkat untuk mendanai sejumlah proyek yang akan digarap. Hal ini tentu akan mempermudah perseroan untuk mempercepat monetitsasi aset dan mendongkrak volume penjualan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan pertumbuhan laba per saham tahunan (CAGR) dalam lima tahun mendatang sebanyak 124%. Pendapatan perseroan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 2,77 triliun dan laba bersih Rp 748 miliar tahun ini. Bahkan tahun 2026, pendapatan dan laba bersih perseroan diprediksi masing-masing menjadi Rp 3,69 triliun dan Rp 1,09 triliun.

