Dipicu Kenaikan Signifikan, Transaksi Saham TOBA, CBRE, dan MGLV Disuspend
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan tiga saham ini sekaligus mulai sesi I, Rabu (18/6/2025). Suspend dipicu lompatan harga dalam perdagangan beberapa hari terakhir.
Ketiga emiten tersebut adalah PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV).
Baca Juga
Sejumlah Emiten Ini Gelar Cum Dividen Hari Ini, Nilai Dividen Ada Rp 728 per Saham
Data BEI mengungkap saham CBRE telah melesat sebanyak 255,17% dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga TOBA telah mencapai 108,33% selama sebulan dan MGLV melesat 89,04% selama sebulan terakhir. Sedangkan ytd, saham CBRE melesat 442,11%, MGLV mencapai 224,71%, dan TOBA sebanyak 127,83%.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham TOBA, CBRE, dan MGLV dilakukan penghentian sementara dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” tulis penguman resmi tersebut di Jakarta, kemarin.
Terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI hari ini, BRI Danareksa Sekuritas mengungkap peluang pergerakan mixed cenderung menguat dengan rentang 7.130-7.254. IHSG bergerak dipengaruhi sentimen aksi tunggu investor terhadap rapat dewan gubernur Bank Indonesia dengan ekspektasi penurunan suku bunga. Pergerakan juga akan dipengaruhi potensi mengalirkan dana ke pasar emerging market.
Baca Juga
Didukung Lompatan Kinerja, Saham Kirana Megatara (KMTR) bisa Menuju Rp 400
Laju indeks juga dipengaruhi penurunan bursa saham AS semalam, Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq ditutup melemah. Pasar Eropa juga ditutup melemah. Namun demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, pemodal diminta tetap waspadai terhadap arah kebijakan The Fed dan perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 478-500, ANTM dengan target harga Rp 3.580-3.730, SSIA dengan target harga Rp 1.345-1.450. Sebaliknya saham UNIQ direkomendasikan jual.
Grafik Saham

