Harga 'Nyungsep' Parah, Prajogo Pangestu Turun Gunung Borong Saham Barito Pacific (BRPT)
JAKARTA, investortrust.id – Prajogo Pangestu selaku pengendali memborong sebanyak 11 juta saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Aksi ini dilakukan saat harga saham BRPT anjlok ke level terendah lebih dari 18 bulan terakhir.
Manajemen BRPT dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/3/2025), menyebutkan Prajogo membeli sebanyak 11 juta saham BRPT dengan harga pelaksanaan Rp 790,09 per saham pada 28 Februari 2025. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 8,69 miliar.
Baca Juga
Wajib Diketahui Investor Tiga Katalis Saham BRPT dan TPIA Berikut
“Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen BRPT dalam pengumuman resminya di BEI, Selasa (4/3/2025). Aksi tersebut menjadikan total saham BRPT yang dikendalikan Prajogo bertambah sebanyak 0,01% menjadi sekitar 71,36%.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham BEI hari ini, saham BRPT ditutup melemah sebanyak 2,44% menjadi Rp 800. Pelemahan tersebut sejalan dengan koreksi tajam saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo lainnya, seperti BREN, PTRO, CUAN, dan TPIA.
Berdasarkan data, saham BRPT telah anjlok mencapai 21,44% dalam setahun terakhir. Sedangkan year to date (ytd), telah terjadi penurunan sebanyak 14,89%. Saham BRPT tercatat sebagai saham yang dikendalikan Prajogo paling buntung dalam setahun terakhir, berbanding dengan saham lainnya yang justru masih melesat.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Anjlok 1,34% Terseret Koreksi Saham Emiten Prajogo
Sebelumnya, Direktur Utama BRPT Agus Pangestu mengatakan, Barito Pacific (BRPT), induk dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), akuisisi kilang Shell di Singapura, yakni Shell Chemical and Industrial Park (SECP) akan menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi BRPT, tidak hanya untuk memperluas pasar tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan keamanan energi dan menyediakan pasokan produk esensial untuk sektor kimia maupun infrastruktur domestik. "Dengan menargetkan akuisisi yang strategis dan membangun kemitraan global, kami telah bertransformasi menjadi kekuatan regional yang tangguh," kata Agus.

