Dipicu Ketidakpastian Global dan The Fed, Harga Emas Berpeluang Menuju Resistance US$ 3.004
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas melesat ke level US$ 2.981 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Jumat, (14/3/2025). Bahkan, terbuka peluang emas menuju level resistance US$ 3.004, seiring peningkatan ketidakpastian perdagangan global serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan bahwa kenaikan harga emas makin kencang setelah Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick menegaskan bahwa resesi dapat bermanfaat bagi implementasi kebijakan ekonomi Trump.
Baca Juga
Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Menjulang Cetak Rekor karena Ketegangan Perdagangan
“Fokus utama pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan moneter The Fed minggu depan,” tulis riset ICDX, Jumat, (14/3/2025).
Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25% - 4,50% pada keputusan Rabu (19/3). “Pelaku pasar memperkirakan bahwa bank sentral kemungkinan baru memangkas suku bunga pada Juni mendatang,” jelas riset tersebut.
Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) secara tak terduga stagnan pada Februari 2025. Secara tahunan, PPI melambat menjadi 3,2%, level terendah dalam tiga bulan terakhir dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,3%.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Bidik Penjualan 500 Kg Emas per Bulan ke ‘Bullion Bank’ Indonesia
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat sebesar 0,2% pada Februari, lebih rendah dari kenaikan 0,5% di bulan sebelumnya. “Data inflasi yang lebih lemah memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertimbangkan kembali sikap kebijakan moneternya, memberikan dukungan lebih lanjut bagi harga emas,” ulasnya.
Secara teknikal, ICDX memproyeksikan harga emas saat ini menguji area support di kisaran US$ 2.982 - US$ 2.977. Jika tekanan jual berlanjut, support selanjutnya berada di US$ 2.968. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$ 2.991 hingga US$ 2.995, dengan resistance lebih lanjut di US$ 3.004 apabila terjadi rebound teknikal.

