Lampau Target, GOTO Akhirnya Cetak EBITDA Disesuaikan Positif Rp 386 Miliar di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, mencatatkan EBITDA disesuaikan senilai Rp 386 miliar tahun 2024. Angka tersebut telah melampaui target yang ditetapkan manajemen.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersamaan dengan penurunan biaya dan beban. Berdasarkan data kinerja keuangan GOTO diungkapkan pendaptan bersih naik sebanyak 8% dari Rp 14,78 triliun tahun 2023 menjadi Rp 15,89 triliun pada 2024. Margin kontribusi juga melesat dari Rp 4,43 triliun menjadi Rp 5,93 triliun pada 2024. EBITDA disesuaikan untuk pertama kalinya Rp 386 miliar tahun 2024, dibandingkan EBITDA disesuaikan minus Rp 3,67 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Usai JP Morgan Naikkan Rekomendasi, Saham GOTO Langsung Melesat
Meski demikian perseroan masih mencatkan rugi senilai Rp 5,46 triliun pada 2024 atau telah turun drastic dari periode sama tahun sebelumnya Rp 90,41 triliun. Rugi usaha perseroan juga turun drastic dari Rp 10,27 triliun menjadi Rp 2,24 triliun.
GOTO mengungkap bahwa kinerja keuangan GoTo yang kuat tersebut mencerminkan momentum yang sehat untuk seluruh portofolio produknya, didukung oleh disiplin pengelolaan biaya dan insentif guna mendorong pertumbuhan serta profitabilitas yang berkelanjutan. Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (Monthly Transacting Users/MTUs) dalam ekosistem GoTo tumbuh 22% YoY pada kuartal keempat dan 16% sepanjang 2024.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan, sepanjang 2024, perseroan terus mencari cara baru dan efektif untuk memenangkan persaingan ketat dalam menjangkau konsumen Indonesia. Melalui inovasi produk yang konsisten dan eksekusi yang unggul, GOTO berhasil melampaui panduan yang telah ditetapkan, dengan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 386 miliar untuk tahun 2024 serta mencatatkan kuartal pertama dengan EBITDA yang disesuaikan positif pada unit bisnis Financial Technology.
Baca Juga
“Kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna sepanjang tahun dan mengharapkan hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025 seiring dengan strategi ekosistem kami yang terus terbukti efektif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Ke depan, terang dia, perseroan akan memperkuat bisnis melalui inovasi, baik dari sisi operasional maupun di level produk, untuk meningkatkan pendapatan, meningkatkan efisiensi biaya, serta menghadirkan layanan yang lebih terarah dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Sedangkan tahun 2025, GOTO membidik pertumbuhan EBITDA disesuaikan berlanjut degan target berkisar Rp 1,4-1,6 triliun sepanjang 2025.

