Begini Target Harga Saham GOTO Usai Cetak EBITDA Disesuaikan Rp 386 Miliar di 2024
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) usaia mencatatkan kinerja keuangan tahun 2024 lampaui estimasi.
GoTo Gojek (GOTO) mencatatkan EBITDA disesuaikan senilai Rp 386 miliar tahun 2024. Angka tersebut telah melampaui target yang ditetapkan manajemen. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersamaan dengan penurunan biaya dan beban.
“Realisasi EBITDA disesuaikan perseroan tersebut telah melampaui estimasi kami. Begitu juga dengan target EBITDA disesuaikan tahun 2025 Rp 1,4-1,6 triliun merefleksikan lebih tinggi dua kali dari perkiraan kami,” tulis tim riset Mandiri Sekuritas hari ini.
Baca Juga
Lampau Target, GOTO Akhirnya Cetak EBITDA Disesuaikan Positif Rp 386 Miliar di 2024
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 1000. Sedangkan perdagangan saham GOTO intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3/2025), stagnan level Rp 83.
Begitu juga dengan tim riset BRI Danareksa Sekuritas memandang positif atas keberhasilan seluruh segmen bisnis GOTO, yaitu ODS dan Fintech, mencatatkan EBITDA disesuaikan positif kuartal terakhir tahun 2024. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 110.
Berdasarkan data kinerja keuangan GOTO diungkapkan pendaptan bersih naik sebanyak 8% dari Rp 14,78 triliun tahun 2023 menjadi Rp 15,89 triliun pada 2024. Margin kontribusi juga melesat dari Rp 4,43 triliun menjadi Rp 5,93 triliun pada 2024. EBITDA disesuaikan untuk pertama kalinya Rp 386 miliar tahun 2024, dibandingkan EBITDA disesuaikan minus Rp 3,67 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Jika Merger dengan Grab Terwujud, GOTO bakal Mendapatkan Manfaat Ini
Meski demikian perseroan masih mencatkan rugi senilai Rp 5,46 triliun pada 2024 atau telah turun signifikan dari periode sama tahun sebelumnya Rp 90,41 triliun. Rugi usaha perseroan juga turun drastic dari Rp 10,27 triliun menjadi Rp 2,24 triliun.
GOTO mengungkap bahwa kinerja keuangan GoTo yang kuat tersebut mencerminkan momentum yang sehat untuk seluruh portofolio produknya, didukung oleh disiplin pengelolaan biaya dan insentif guna mendorong pertumbuhan serta profitabilitas yang berkelanjutan. Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (Monthly Transacting Users/MTUs) dalam ekosistem GoTo tumbuh 22% YoY pada kuartal keempat dan 16% sepanjang 2024.
Baca Juga
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan, sepanjang 2024, perseroan terus mencari cara baru dan efektif untuk memenangkan persaingan ketat dalam menjangkau konsumen Indonesia. Melalui inovasi produk yang konsisten dan eksekusi yang unggul, GOTO berhasil melampaui panduan yang telah ditetapkan, dengan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 386 miliar untuk tahun 2024 serta mencatatkan kuartal pertama dengan EBITDA yang disesuaikan positif pada unit bisnis Financial Technology.
“Kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna sepanjang tahun dan mengharapkan hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025 seiring dengan strategi ekosistem kami yang terus terbukti efektif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

