Bitcoin Disebut Bakal Tembus Rp 329 Triliun Sebelum 2034, Ellen May Tanggapi Prediksi Timothy Ronald
JAKARTA, investortrust.id - Salah seorang trader dan investor sukses di Indonesia yakni Ellen May merespon pernyataan pendiri Akademi Crypto Timothy Ronald yang memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai US$ 20 miliar atau setara Rp 329 triliun (kurs Rp 16.449 per dolar AS) per koin sebelum 2034. Adapun pada Rabu (12/3/2025) siang ini harga BTC tengah berada di harga US$ 82.000 per koin.
Meski optimistis harga koin nomor wahid berdasarkan kapitalisasi pasar itu akan meningkat, ia menekankan pentingnya melakukan analisis yang matang sebelum mengambil keputusan investasi.
Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli Bitcoin sebagai aset investasi untuk jangka panjang. Pertama, harus memahami siklus dan fluktuasi harga. Ia memperkirakan Bitcoin memiliki siklus pergerakan harga yang fluktuatif dalam jangka panjang.
“Aku lihat siklus dan fluktuasi harga Bitcoin dalam jangka panjang di mana trennya dalam beberapa tahun ini,” ujar Founder dan CEO Emtrade tersebut dalam postingan di akun Instagramnya, dilansir Rabu (12/3/2025).
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah analisis lebih dalam dan jangan hanya ikut-ikutan dengan yang lain. Ia mengingatkan agar investor atau masyarakat tidak asal ikut-ikutan membeli Bitcoin karena terpicu prediksi harganya yang akan tinggi ke depan.
Baca Juga
“Kalau Timothy sudah yakin Bitcoin bisa bakal melonjak pasti dia sudah punya dasar dan analisis. Dirimu mesti tahu analisisnya the why dan the how,” kata Ellen.
“Intinya bukan cuman ikut-ikutan, salah money management, ngeborong jumlahnya gede, terus kalau ada ayunan sebelum tercapai angka itu nanti jadi stres atau marah-marah. Jadi bukan cuman ikut-ikutan,” sambung dia.
Baca Juga
Bitcoin Berpotensi Raup Keuntungan dari Dorongan Dominasi Stablecoin AS
Terakhir, perlu siap dengan segala risiko kerugiannya. Menurutnya manajemen risiko menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki sebelum berinvestasi, khususnya di Bitcoin. Terlebih Bitcoin menjadi aset dengan kenaikan dan penurunan harga yang sangat signifikan.
“Pikirnya tuh harus begini, kalau seandainya turun 60%-90%, seandainya salah beli, juga berapa banyak duit yang kamu siap kalau misalnya kamu rugi. Jadi sebelum beli itu, pikirkan risikonya dulu ya. Over confident bikin orang beli terlalu banyak. All in maunya jadi naga, justru jadi cacing kremi. Terus marah-marah nyalahin orang lain,” ucap Ellen.
"Jadi aku senang sih kalau ada yang bilang Bitcoin itu bakalan naik sampai ke harga segitu. Tapi aku ya enggak mau buru-buru belinya, sama nominalnya yang aku masukkin bakalan tetap sama seperti ketika kalau seandainya nggak ada orang yang ngomongin angka itu. Jadi nggak terpengaruh karena bisa menganalisis sendiri," tambahnya.

