Trump Ancam Kenaikan Tarif, Harga Emas Melonjak
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas naik ke level US$ 2.910 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Rabu (12/3/2025) didukung oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global usai Presiden AS Trump kembali mengancam menaikkan tarif dagang kepada Kanada.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan Presiden AS Donald Trump kembali meningkatkan tensi perdagangan dengan Kanada pada Selasa (11/3) dengan ancaman menaikkan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%, sebelum kemudian mengindikasikan potensi penurunan jika Kanada setuju untuk berunding.
“Langkah terbaru Trump terjadi setelah Perdana Menteri Ontario Doug Ford, mengumumkan rencana penerapan biaya tambahan sebesar 25% pada pasokan listrik dari provinsi tersebut ke lebih dari satu juta rumah di AS, kecuali Trump membatalkan seluruh ancaman tarifnya terhadap ekspor Kanada ke AS,” tulis riset ICDX Rabu, (12/3/2025).
Baca Juga
Harga Emas Antam Hari Ini Terjun Bebas Imbas Aksi Profit Taking
Jika tensi terus meningkat, volatilitas pasar dapat mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, kesepakatan AS untuk melanjutkan bantuan militer dan berbagi intelijen dengan Ukraina menambah kompleksitas dinamika geopolitik global. Ukraina dikabarkan menerima proposal AS untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia, tetapi ketidakpastian mengenai keberlanjutan konflik tetap menjadi faktor pendukung bagi emas.
“Investor tengah menanti laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari ini, serta Indeks Harga Produsen (PPI) yang dijadwalkan pada Kamis besok,” ulasnya.
Baca Juga
Indef Usulkan BPKH Investasi Emas karena Sudah Ada Bullion Bank
Di mana inflasi tahunan AS untuk Februari diperkirakan turun tipis menjadi 2,9% dari sebelumnya 3,0%, sementara inflasi bulanan diprediksi melambat ke 0,3% dari 0,5%.
Dari sisi teknikal, ICDX memproyeksikan support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.910 - US$ 2.906, dengan resistance terdekat di US$ 2.919 - US$ 2.924. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.897, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.933.

