AS Setujui Cadangan Bitcoin Strategis, Sinyal Positif Bagi Pasar Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin strategis atau strategic Bitcoin reserve (SBR) dan persediaan aset digital pemerintah, pada Kamis (6/3/2025) waktu AS.
Melansir Cointelegraph, Jumat (7/3/2025), langkah ini diyakini akan mengurangi kemungkinan pelarangan Bitcoin oleh pemerintah AS dan dapat mendorong negara lain untuk mengikuti jejaknya.
Kepala Kripto Gedung Putih David Sacks mengungkapkan, cadangan ini akan diisi dengan Bitcoin hasil penyitaan dari kasus kriminal dan perdata yang jumlahnya diperkirakan mencapai 200.000 Bitcoin. Namun, pengumuman ini mengecewakan sebagian pedagang dan menyebabkan harga Bitcoin turun 6%.
Meski begitu, sejumlah analis menilai reaksi pasar tersebut berlebihan dan melihat kebijakan ini sebagai langkah positif bagi masa depan Bitcoin. Kepala Investasi Bitwise Matt Hougan mengatakan, strategi pembentukan cadangan Bitcoin AS secara drastis mengurangi kemungkinan pemerintah melarang Bitcoin di masa depan.
Baca Juga
Sah! Trump Resmi Teken Perintah untuk Bangun Cadangan Bitcoin, Janji Kampanye Ditepati
Sebelumnya, Bank Sentral Federal Minneapolis pernah menyatakan bahwa Bitcoin berpotensi memaksa pemerintah AS menyeimbangkan anggaran. Dalam skenario tersebut, AS bisa saja mempertimbangkan pajak Bitcoin atau bahkan melarangnya untuk mengatasi defisit fiskal. Namun, dengan adanya SBR, kebijakan pelarangan menjadi semakin tidak mungkin terjadi.
Hougan juga menyoroti dampak global dari keputusan ini. Ia meyakini bahwa pembentukan SBR dapat mendorong negara-negara lain untuk memulai mengakumulasi Bitcoin. “Sekarang ada insentif besar bagi negara lain untuk bertindak cepat sebelum AS semakin mendominasi kepemilikan Bitcoin,” ujarnya.
Saat ini AS menjadi negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, dengan total 207.189 Bitcoin senilai US$ 18 miliar. China menyusul di posisi kedua dengan 194.000 Bitcoin, diikuti oleh Inggris dengan 61.000 Bitcoin.
Baca Juga
Tak Mau Kalah dari AS, China Dikabarkan Diam-diam Persiapkan Cadangan Bitcoin
Sementara, El Salvador tetap menjadi satu-satunya negara yang menetapkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Negara Amerika Tengah ini terus mengakumulasi Bitcoin dan kini memiliki 6.103 Bitcoin, senilai US$ 534 juta.
CEO Coinbase Brian Armstrong menyambut baik langkah AS dan memperkirakan bahwa banyak negara anggota G20 akan mengikuti jejak ini.
Selain berdampak pada kebijakan negara, pembentukan cadangan Bitcoin strategis juga akan memperkuat legitimasi Bitcoin di mata institusi keuangan global. Hougan berpendapat, langkah ini akan semakin menyulitkan lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) untuk terus memandang Bitcoin sebagai aset yang berisiko atau tidak layak dimiliki oleh negara.
Sebelumnya, IMF diketahui menekan El Salvador untuk membatasi akumulasi Bitcoin sebagai syarat menerima program pendanaan senilai US$ 1,4 miliar. Namun, dengan AS kini turut mengadopsi strategi cadangan Bitcoin, posisi IMF dalam menentang Bitcoin kemungkinan akan semakin melemah.

