Harga Emas Tertekan di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS - China
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas turun ke level US$ 2.917 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Rabu (5/3/2025) tertekan oleh kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya ketidakpastian perdagangan global akibat kebijakan tarif terbaru dari Presiden AS Donald Trump.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menjelaskan, kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun (US10Y) dari level terendah empat bulan yang tercatat sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.
“Penguatan imbal hasil ini mengurangi permintaan terhadap aset non-yielding seperti emas, yang cenderung lebih diminati di tengah lingkungan suku bunga rendah,” tulis riset ICDX yang diterbitkan Rabu, (5/3/2025).
Baca Juga
Harga Emas Melemah Seiring Penerapan Tarif Baru AS terhadap Kanada dan Meksiko
Di sisi lain, sentimen pasar semakin terbebani oleh eskalasi ketegangan perdagangan setelah Trump resmi menerapkan tarif 25% terhadap impor dari Meksiko dan Kanada, serta menggandakan tarif atas barang-barang asal China menjadi 20%.
“Langkah ini memicu respons dari mitra dagang AS, dengan China dan Kanada membalas dengan kebijakan tarif mereka sendiri terhadap berbagai produk asal AS,” paparnya.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams, pada Selasa (4/3/2025) menyebutkan bahwa tarif yang diberlakukan AS berisiko mendorong inflasi lebih tinggi. Meskipun demikian, ia tetap menilai bahwa kebijakan suku bunga saat ini masih tepat dan tidak memerlukan perubahan dalam waktu dekat.
Baca Juga
Harga Emas Melemah Seiring Penerapan Tarif Baru AS terhadap Kanada dan Meksiko
The Fed sendiri telah mempertahankan suku bunga stabil setelah tiga kali pemangkasan sepanjang tahun lalu. “Namun, ekspektasi pasar tetap mengarah pada kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut pada Juni dan September 2025, terutama jika tekanan inflasi dan pelemahan ekonomi semakin terasa,” ujar riset tersebut.
Investor kini mengalihkan fokus pada laporan ketenagakerjaan ADP yang akan diumumkan malam ini. Lapangan pekerjaan di AS untuk bulan Februari 2025 diperkirakan bertambah sebanyak 141.000, lebih rendah dari penambahan bulan sebelumnya sebanyak 183.000. Hal ini mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja AS.
Dari sisi teknikal, ICDX memperkirakan support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.902 - US$ 2.896, dengan resistance terdekat di $2.916 - US$ 2.924. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.882, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.938.

