Jangan Ketinggalan! Barito Pacific (BRPT) Amunisi Terakhir Lambungkan Kekayaan Prajogo Pangestu
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar PT Barito Pacific Tbk (BRPT), emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seharusnya mencapai Rp 1.267 triliun atau merefleksikan harga Rp 13.500 per saham. Angka tersebut dihitung berdasarkan kepemilikan BRPT atas 65% saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan 35% saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Sebagaimana diketahui BREN merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bernilai Rp 1.438 triliun. Sedangkan TPIA merupakan emiten dengan market cap terbesar ketiga di BEI bernilai Rp 813,20 triliun. Sebaliknya BRPT selaku induk baru memiliki kapitalisasi pasar Rp 102,18 triliun.
Lompatan harga saham BREN dan TPIA menjadi faktor utama kenaikan pesat nilai kekayaan Prajogo Pangestu tahun ini hingga menjadikan dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia dan peringkat 22 di dunia dengan nilai kekayaan berdasarkan perhitungan real time Forbes mencapai US$ 74,4 miliar.
Baca Juga
Revisi Naik Target Saham Barito Pacific (BRPT) Jadi Rp 3.500, Sekuritas Ini Ungkap 4 Katalis Ini
“Saat ini nilai kapitalisasi pasar BRPT baru mencapai 10% dari nilai nilai pasar saham yang dimilikinya di BREN dan BRPT,” terang Chief Strategist Officer Sucor Sekuritas Arief Putra dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Melihat kondisi tersebut, Sucor Sekuritas menyebutkan, sangat yakin terhadap penguatan harga saham BRPT menuju harga wajarnya dengan target harga Rp 3.500 dalam 12 bulan ke depan. Target harga tersebut optimis tercapai, apabila unlock value anak usahanya berlanjut. “BRPT juga sebagai proxy saham BREN dan TPIA, yaitu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar pertama dan ketiga di BEI,” terangya.
Terkait potensi lompatan harga saham BRPT, Sucor Sekuritas mengungkap empat faktor fundamental. Di antaranya, TPIA segera menuntaskan akuisisi 80% saham Shell Singapura yang diharapkan bisa mendongkrak kenaikan pendapatan hingga enam kali lipat.
Baca Juga
Berkah Bertemu Paus Fransiskus, Saham Emiten Prajogo (BREN) Ini Langsung Terbang ke Level Tertinggi
Kedua, TPIA akan menggelar spin off Chandra Daya Investasi bagian dari unlock value anak usaha tersebut. Langkah tersebut akan mendongkrak valuasi saham TPIA yang berimbas terhadap BRPT. Ketiga, pengoperasian pembangkit listrik 2.000 mw yang 30% sahamnya dimiliki TPIA. Dan keempat, BRPT ekspansi segmen property melalui Griya Idola memasarkan lahan industry dan perumahan seluas 400 ha di Patimban dan Cikupa.
Potensi penguatan harga saham BRPT juga datang dari BREN, yaitu saham BREN akan resmi masuk dalam perhitungan FTSE Global Equity Indes mulai 23 September 2024. Hal ini akan mendorong kenaikan permintaan saham BREN, sehingga harganya berpotensi naik. Saham BREN juga berpotensi masuk perhitungan MSCI Index pada November yang juga bisa menaikkan minat investor membeli saham BREN.
Grafik Saham BRPT

