Adaro Minerals (ADMR) Ungkap Kenaikan Pendapatan di 2024 dan Target 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berhasil mempertahanan pertumbuhan pendapatan sebesar 6% menjadi US$ 1,15 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,08 miliar. Sedangkan tahun 2025, perseroan membidik peningkatan volume produksi batu bara dengan anggaran belanja modal hingga US$ 325 juta.
Pertumbuhan pendapatan tersebut dicapai, meskipun rata-rata harga jual batu bara metalurgi sebanyak 16% sepanjang tahun lalu. Penurunan harga jual tersebut terkonpensasi dari kenaikan volume penjualan sebanyak 26% menjadi 5,62 juta ton. Begitu juga dengan volume produksi batu bara metalurgi perseroan melesat sebanyak 30% menjadi 6,63 juta ton.
Baca Juga
Kenaikan Volume Produksi Lambungkan Kinerja Adaro Minerals (ADMR), Bagaimana dengan Sahamnya?
"Kami berhasil mencapai target dan terus mencatat pertumbuhan volume yang konsisten di tengah fluktuasi harga. Walaupun ASP melemah, peningkatan volume berkontribusi untuk mengimbangi dampak terhadap profitabilitas. Kami terus mengeksekusi investasi strategis untuk mendukung pengembangan di masa depan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang. Fokus kami terhadap ekspansi didukung dengan profitabilitas yang tinggi dan saldo kas yang sehat,” ujar CEO Adaro Minerals Christian Ariano Rachmat dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/3/2025).
Perseroan juga berhasil mencatatkan peningkatan EBITDA operasional sebanyak 1% menjadi US$ 580,2 juta pada 2024 dan laba inti melesat 6% menjadi US$ 445,38 juta. Adapun, laba tahun berjalan kepada pemilik entitas induk turun tipis dari US$ 441,02 juta menjadi US$ 436,65 juta. Pertumbuhan laba inti tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan.
Perseroan menyebutkan bahwa produk batu bara metalurgi perseroan di jual ke Jepang, China, India, Indonesia, dan Korea Selatan. ADMR juga mencatatkan pengupasan lapisan penutup mencapai 23,55 juta bcm setara dengan kenaikan 26% tahun lalu, sehingga nisbah kupas perseroan mencapai 3,55 kali.
Baca Juga
Begini Prospek Saham Adaro Andalan (AADI) di Tengah Peluang Masuk MSCI Index dan Pemangkasan Royalti
Manajemen ADMR juga menyebutkan bahwa perseroan telah merealisasikan belanja modal mencapai US$ 405,68 juta pada 2024. Angka tersebut melesat hampir tiga kali lipat dari realisasi tahun 2023 mencapai US$ 134,73 juta. Lonjakan dipicu atas berjalannya proyek smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) dan proyek infrastruktur PT Maruwai Coal.
Terkait Pembangunan smelter aluminium, manajemen ADMR menyebutkan, masih berlanjut dengan target penyelesaian proyek akhir 2025. Perseroan juga melaporkan bahwa konstruksi area sandar untuk bahan baku jetty telah rampung. Sedangkan konstruksi fondasi dan struktur baja untuk fasilitas anode dan elektrolisis sedang berjalan bersama dengan pemasangan struktur ban konveyor dan gedung kantor di area jetty.
Baca Juga
Boy Thohir Jelaskan Alasan Perubahan Nama Adaro Jadi Alamtri
Manajemen ADMR menyebutkan proyek peningkatan infrastruktur MC diharapkan mendukung peningkatan volume dan memungkinkan perusahaan untuk memenuhi komitmen volume kepada para pelanggan. Sedangkan fase pertama smelter aluminium KAI diperkirakan mencapai COD pada akhir tahun 2025 yang diharapkan mendiversifikasi sumber pendapatan perseroan.
Terkait tahun 2025, Adaro Minerals (ADMR) menargetkan peningkatan volume penjualan batu bara metalurgi menjadi sekitar 5,6 juta hingga 6,1 juta ton. Nisbah kupas juga ditargetkan turun menjadi 3,3 kali. Adapun belanja modal tahun ini disiapkan US$ 300-325 juta. “Target belanja modal ini, termasuk investasi ekuitas apda smelter aluminium kAI,” terangnya.

