Target AUM Manajer Investasi Rp 1.000 Triliun Bisa Tercapai dengan Dukungan Regulasi
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah tengah membidik target asset under management (AUM) yang dikelola manajer investasi (MI) hingga Rp 1.000 triliun pada 2027.
Seiring dengan itu, CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) Primus Dorimulu menjelaskan, sederet faktor yang membuat tren reksa dana di Indonesia terkesan lamban.
“Mengapa pertumbuhan reksa dana di Indonesia terbilang lamban dibandingkan negara lain? Kami mencatat, pertama literasi keuangan. Kedua, budaya investasi yang belum kuat. Ketiga, kurangnya kepercayaan pasar modal. Keempat, volatilitas masih tinggi. Lalu, biaya dan pajak yang kurang kompetitif, distribusi produk yang belum optimal, serta persaingan dengan instrumen lainnya,” kata Primus dalam acara "Best Mutual Fund Awards 2025" di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga
BNI Life dan Bank Victoria Jalin Sinergi Kerjasama Bancassurance Digital di VictoriaMobile
Dikatakan Primus, tujuh faktor tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah dan para manajer investasi untuk mengedukasi serta mengatur ekosistem pasar modal di era Kepresidenan Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Primus mengungkapkan, target ambisius itu dapat dicapai dengan dukungan regulasi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama, pajak atas investasi reksa dana itu dianggap kurang mendukung. Kemudian, aturan batas kepemilikan diversifikasi portofolio. Lalu, aturan minimum dana kelolaan, proses izin dan regulasi yang terlalu ketat. Selain itu, aturan tentang reksa dana yang terproteksi dan pasar sekunder yang belum menguntungkan,” papar dia.
Ihwal itu, dia optimistis target AUM Rp 1.000 triliun akan terwujud sesuai peta jalan yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami yakin bahwa reksa dana ke depan akan bertumbuh lebih cepat, dan (target) AUM Rp 1.000 triliun itu tinggal (menunggu) waktu saja,” tambah Primus.
Baca Juga
Hashim Djojohadikusumo: Presiden Prabowo Emosional Saat Luncurkan Danantara
Tak hanya itu, lanjut Primus, para manajer investasi telah mengantongi AUM sekitar Rp 806,4 triliun hingga Januari 2025 dengan jumlah investor reksa dana sebanyak 13,13 juta orang. “Saat ini ada 85 manajer investasi dengan dana kelolaan Rp 806 triliun, dan jumlah investor reksa dana 13 juta lebih,” ujar dia
Menurut Primus, reksa dana masih menjadi produk dana kelolaan terbesar yakni Rp 500,9 triliun, disusul kontrak penempatan dana (KPD) sebesar Rp 292,85 triliun. Selanjutnya, dana investasi real estate (DIRE) sebanyak Rp 10,81 triliun dan efek beragun aset (EBA) sebesar Rp 1,83 triliun.
Seperti diketahui, OJK telah menargetkan dana kelolaan reksa dana di pasar modal mencapai Rp 1.000 triliun pada 2027 mendatang sesuai dengan peta jalan (road map) pasar modal Indonesia 2023-2027 yang diterbitkan sejak Januari 2023 silam.

