Saat DCII Disuspensi, Investor Berbalik Buru Saham Data Center EDGE
JAKARTA, investortrust.id – Saat perdagangan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), investor mengalihkan perhatian dengan memburu saham perusahaan data center PT Indointernet Tbk (EDGE).
Indointernet (EDGE) merupakan perusahaan data center yang didirikan Otto Toto Sugiri sebelum kepemilikan sahamnya dilepas kepada Digital Edge (Hong Kong) yang kini menguasai 59,1% saham dan Digital Edge sebanyak 33% saham.
Baca Juga
Berdasarkan data perdangan saham intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/2/2025), saham EDGE menguat 17,07% menjadi Rp 7.200. Sedangkan year to date, saham EDGE telah melambung dari level Rp 3.700 pada penutupan akhir tahun lalu menjadi Rp 7.200 pagi ini atau telah melesat 94,59%.
Sedangkan saham DCII hari ini dihentikan sementara setelah terjadi lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) dalam beberapa hari terakhir. Penguatan tersebut menjadikan pangsa pasar (market cap) saham DCII merangsek masuk dalam daftar 10 emiten kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.
Berdasarkan data BEI, lompatan harga saham DCII hingga ARA menjadikan kapitalisasi pasar emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia, ini menjadi Rp 230,61 triliun. DCII menggulingkan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dari posisi emiten market cap terbesar ke-10 di BEI bernilai Rp 216,94 triliun.
Baca Juga
Microsoft Akan Investasi Rp 1.295 Triliun untuk Data Center AI
Di tengah lompatan harga tersebut, segini kekayaan para pengendali dan pemegang saham DCII. Di antaranya, nilai kekayaan Otto Toto selaku pemegang 712.784.095 juta (29,9%) saham DCII naik menjadi Rp 68,97 triliun.
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pemegang 22,51% saham DCII memiliki kekayaan Rp 51,92 triliun dan Han Arming Hanfia pemegang 14,11% saham DCII menjadi Rp 32,55 triliun. Begitu juga dengan Anthoni Salim selaku pemegang 11,12% saham mencatatkan kekayaan senilai Rp 25,64 triliun.
Sebelumnya, manajemen DCII menegaskan komitmen untuk menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split). Hal ini disampaikan dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring penguatan saham DCII hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari beruntun.

