Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham dan Laba Antam (ANTM), Berikut Penjelasannya
JAKARTA, investortrust.id – Verdhana Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), seiring dengan lompatan kinerja operasional tahun lalu. Lompatan tersebut membuka peluang realisasi kinerja keuangan tahun 2024 bakal lampaui target semula.
Verdhana Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.100. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun ini sekitar 8 kali dan perkiraan PE tahun ini sebanyak 13,1 kali.
Analis Verdhana Sekuritas Edward Prima dan Michael Wildon Ng mengatakan, kinerja operasional Antam tumbuh mengesankan tahun lalu yang bisa membuat laba bersihnya tembusRp 3 triliun tahun 2024 atau lebih tinggi dari estimasi consensus Bloomberg senilai Rp 2,8 triliun.
Baca Juga
Antam (ANTM) Catatkan Kenaikan Penjualan Emas 68% di 2024, Terbesar Sepanjang Masa
Perseroan sebelumnya mengumumkan peningkatan produksi dan penjualan emas melampaui target atau masing-masing setara dengan 110% dan 124%. Begitu juga dengan produksi bijih nikel dan bauksit mengalami rebound tahun lalu.
“Hal ini menjadikan ANTM sebagai saham pilihan dari sektor metal ditopang peningkatan margin keuntungan emas dan peningkatan volume penjualan bijih nikel, dan peningkatan penjualan bauksit dari Mempawah Alunima,” tulis riset tersebut.
Sentimen positif lainnya, terang Verdhana, datang dari kerja sama Antam memasarkan emas yang diproduksi Freeport. Kerja sama ini bisa menaikkan margin keuntungan penjualan emas perseroan ke depan.
Terkait tahun 2025, Verdhana Sekuritas merevisi naik target laba bersih ANTM sebanyak 17% tahun ini dan mencapai 25% tahun 2026. Revisi naik tersebut mencerminkan ekspektasi peningkatan penjualan meas menjadi 40 ton tahun ini, dibandingkan perkiraan semula 37 ton. Rata-rata harga jual emas juga diprediksi naik dari semula US$ 2.300 per oz menjadi US$ 2.700 per oz tahun ini.
Baca Juga
Revisi naik target kinerja keuangan ANTM juga merefleksikan perkiraan peningkatan penjualan bijih nikel sebanyak 65% menjadi 13,8 juta wmt tahun 2025. Begitu juga kontribusi penjualan bauksit diprediksi meningkat sebanyak 270% menjadi 2,7 Mt tahun ini setelah smelter Mempawa dijadwalkan mulai beroperasi pada semester II tahun ini.
Antam sebelumnya mengumumkan kenaikan volume penjualan emas terbanyak sepanjang sejarah mencapai 43.776 kilo gram atau 1.407.431 troy oz tahun 2024. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan sebanyak 68% dari realisasi tahun 2023 sebanyak 26.129 kilo gram tahun 2023.
Sebaliknya volume penjualan komoditas lainnya, fernonikel, bijih nikel, perak, bauksit, dan chemical grade alumina justru mencatatkan penurunan sepanjang tahun 2024, dibandingkan tahun 2023. Begitu juga dengan volume produksi seluruh komoditas, termasuk emas, mencatatkan penurunan tahun lalu.
Baca Juga
Freeport Kirim Emas Batangan Perdana ke Antam Sebanyak 125 Kg
Manajemen ANTM dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1/2025), menyebutkan bahwa Antam juga mencatatkan pertumbuhan produksi bijih nikel mencapai 9,94 juta we metric ton (wmt) tahun 2024. Sedangkan penjualan bijih nikel mencapai 8,34 juta wmt. Produksi feronikel mencapai 20.103 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan penjualan mencapai 19.452 TNi.
Sedangkan volume produksi bauksit mencapai 1,33 juta WMT dan penjualan bauksit mencapai 736.188 wmt sepanjang 2024. “Seiring dengan peningkatan permintaan dalam negeri dan keberhasilan straetgi pemasaran yang inovatif, Antam berhasil mencatatkan pencapaian kinerja penjualan komoditas emas yang impresif tahun 2024,” tulisnya.
Terkait tahun 2025, manajemen Antam menyebutkan, dengan kondisi makroekonomi dan pasar Tiongkok yang masih dalam pemulihan, kinerja produksi dan penjualan feronikal diharapkan stabil untuk mempertahankan pangsa pasar ekspor.

