Saham DCI Indonesia (DCII) Cetak ATH, Kekayaan Empat Pengendali Melesat Dipimpin Otto Toto Rp 47,91 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melambung hingga auto reject atas (ARA) pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi, Kamis (20/2/2025). Bahkan, DCII sentuh rekor tertinggi baru sepanjang masa atau all time high (ATH) level Rp 67.225.
Saham yang listing perdana di BEI pada 6 Januari 2021 ini tercatat sebagai saham pendatang baru dengan kenaikan harga paling mengesankan. Saat IPO, saham ini dilepas dengan harga Rp 420, sehingga kenaikannya dalam lima tahun telah lebih dari 160 kali atau 15.905%
Baca Juga
DCI Indonesia (DCII) Tambah 9 MW Data Center, Nilai Investasinya Segini
Berkat lompatan harga ke rekor tertinggi sepanjang masa, kapitalisasi (market cap) saham emiten yang dikuasai Toto Sugiri dan Anthoni Salim ini telah menembus Rp 159 triliun.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pengendali dan CEO DCII dengan kepemilikan 29,9% saham, Marina Budiman sebanyak 22,51% saham, Han Arming Hanafia sebanyak 14,11% saham, dan Anthoni Salim mencapai 11,12% saham.
Dengan kepemilikan tersebut, nilai saham Otto Toto Sugiri telah mencapai Rp 47,91 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan Otto Toto sebagai orang terkaya ke-15 di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes real time. Sedangkan pemegang saham lainnya Marina Budiman mencapai Rp 36,06 triliun, Han Arming mencapai Rp 22,61 triliun, dan Anthoni Salim memegang Rp 17,81 triliun.
Lompatan harga saham DCII terjadi setelah emiten data center yang dikendalikan konglomerat Otto Toto Sugiri ini mengungkap sedang menjajaki aksi korporasi pemecahan nilai nominal (stock split) saham.
Baca Juga
"Sedang kita jajakin (stock split saham)," kata Presiden Direktur DCI Indonesia Otto Toto Sugiri saat ditemui di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Manajemen menilai bahwa stock split dapat meningkatkan likuiditas saham serta menurunkan harga saham per lembar. Di mana harga saham yang lebih terjangkau, para investor akan lebih tertarik untuk membeli saham tersebut.
Penguatan juga didukung tengah ekspansi kapasitas data center perseroan sebanyak 9 MegaWatt (MW) di Surabaya, Jawa Timur. Otto Toto Sugiri mengatakan, penambahan kapasitas 9 MW ditargetkan selesai pada awal tahun 2026.

