BEI Suspend Saham Emiten Grup Lippo Ini , Sebaliknya RONY Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY). Sebaliknya saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dihentikan sementara mulai perdagangan sesi I, Rabu (19/2/2025).
Sebagaimana diketahui saham RONY sempat mengalami perhentian perdagangan sementara sejak 19 Desember 2024. Penghentian saat itu dipicu atas lompatan harga dalam beberapa bulan sebelum penghentian.
Lompatan harga saham RONY mulai terjadi setelah pengumuman rencana Honour Accord Ltd berencana mengambilalih mayoritas saham RONY. Akuisisi saham tersebut diperkirakan tuntas pada semester I-2025 dan saat ini sedang berlangsung due diligence.
Baca Juga
Usai Saham Multipolar Technology (MLPT) Terbang 1.877% Setahun, Manajemen Siapkan Aksi Korporasi Ini
Sedangkan secara bersamaan pengendali utama PT Nakula Investama terpantau justru menambah kepemilikan saham dari 15,15% saham pada 31 Desember 2024 menjadi 20% saham RONY per 31 Januari 2025. Penambahan tersebut berasal dari pengalihan saham Meepok Holdings Pte Ltd kepada Nakula. Pengalihan dilakukan menjelang akuisisi mayoritas saham RONY oleh Harbour.
Sementara itu, secara bersamaan BEI justru menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham MLPT dipicu atas lompatan harga dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan data BEI, saham MLPT telah melesat dari level Rp 18.500 akhir tahun lalu menjadi Rp 38.275 atau telah melesat sebanyak 106,89%.
Dipicu atas lompatan harga tersebut, emiten jasa telekomunikasi dan teknologi MLPT berencana melakukan aksi korporasi yakni stock split. Stock split sendiri yakni memecah nilai saham menjadi beberapa saham baru dengan nilai nominal yang lebih rendah.
Baca Juga
Saham Terbang 1.110% hingga Disuspensi, Aesler Grup (RONY) Mendadak Umumkan Negosiasi Ini
Presiden Direktur MLPT Wahyudi Chandra mengatakan perseroan tengah melakukan kajian yang komprehensif dan mendalam terkait opsi-opsi strategis yang dapat meningkatkan likuiditas, serta menjaga daya tarik saham perseroan di pasar.
"Saat ini, kita masih terus memantau dan mengevaluasi berbagai kebijakan strategis termasuk wacana stock split. Kami memahami bahwa aksi koperasi seperti ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan likuiditas dan juga memperluas akses investor, terutama retail," kata Wahyudi.

