Saat Harganya Anjlok, Komisaris dan Direksi Petrindo (CUAN) Borong Saham Jumbo
JAKARTA, investortrust.id -Empat komisaris dan direksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berlomba-lomba borong saham dari pasar setelah saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini anjlok dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Komisaris CUAN Erwin Ciputra membeli sebanyak 83.300 saham CUAN dengan harga Rp 7.200 per saham pada 14 Februari, sehingga total saham yang dimilikinya bertambah menjadi 1,63 juta lembar.
Baca Juga
Saham BREN, CUAN, dan PTRO Babak Belur Usai Gagal Masuk MSCI Indeks
Aksi borong saham pada hari yang sama juga dilakukan Direktur CUAN Michael dengan membeli sebanyak 208.300 saham dengan harga pelaksanaan Rp 7.200, sehingga total saham miliknya bertambah menjadi 340.200.
Tak mau ketinggalan Direktur CUAN Kartika Hendrawan membeli sebanyak 145.800 saham CUAN dari pasar dengan harga pelaksanaan Rp 7.200, sehingga total saham CUAN yang dimilikinya bertambah menjadi 314.600.
Terkahir, Direktur CUAN Daniel Jr Lopez Laurenti membeli sebanyak 163.200 saham CUAN dengan harga pelaksanaan bervariasi Rp 7.150-7.200 pada 14 Februari. Pembelian tersebut menjadikan dirinya tercatat sebagai pemegang baru saham CUAN.
Baca Juga
Pekan Terburuk BEI, IHSG Anjlok 5,16% hingga Saham Emiten Prajogo Hancur Lebur
Terkait pergerakan harga saham CUAN di BEI, saham CUAN telah anjlok dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 11.125 menjadi Rp 7.500 pada penutupan kemarin. Bahkan, saham CUAN sempat menyentuh level terendah tahun ini Rp 7.050 pada 13 Februari 2025 dengan level penutupan tertinggi dan level intraday tertinggi tahun ini Rp 14.800 dan Rp 15.600 pada 23 Januari 2025.
Penurunan dalam saham CUAN mulai terjadi setelah MSCI Index secara resmi mengumumkan bahwa saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), CUAN, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) tidak akan masuk mulai Maret 2025. Hal ini didasarkan analisis dan masukan. MSCI akan meninjuai kembali kelayakan saham-saham tersebut pada tinjauan indeks masa mendatang.

