Pengamat Dorong OJK Edukasi Kripto ke Segmen Gen Z dan Alpha
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat kripto Ibrahim Assuaibi memberikan sorotan terhadap bertumbuhnya industri aset kripto yang saat ini berkembang di tengah masyarakat Indonesia, khususnya kalangan muda. Untuk merespons pertumbuhan ini, ia mendorong agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan edukasi tang menyeluruh, utamnya kepada kelompok gen z dan gen alpha.
"Dengan majunya aset kripto saat ini, perlu ada edukasi yang menyeluruh, yang dilakukan oleh otoritas, mungkin OJK. Ini diperlukan untuk mengembangkan agar masyarakat itu tahu apa itu kripto," katanya dalam Investortrust Focus Group Discussion bertajuk ‘Crypto & Financial Services: Strategies for Sustainable Innovation’ di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Berdasarkan pengamatannya sejauh ini, ia melihat saat ini para pengguna akun atau mereka yang melakukan transaksi di aset kripto adalah cenderung seperti komunikas. Ia menjelaskan komunitas tersebut berpindah-pindah dalam memilih instrumen investasi. Mulai dari valuta asing, saham hingga saat ini beralih ke kripto.
Ia berharap agar pemerintah melalui OJK dapat masuk melakukan eduasi pada segmen anak-anak muda dari tingkatan SMP, SMA hingga sarjana. Ide itu ia lontarkan agar para pelajar dari segmen Gen Z dan gen alpha tersebut memiliki pengetahuan lebih tentang aset-aset kripto.
"Setelah mereka tahu tentang aset kripto, mereka dengan sendirinya akan mempelajari bagaimana cara melakukan transaksi. Perlu adanya fondasi, fondasi dasar," ujarnya.
Baca Juga
Pengamat Ungkap Satu Syarat Agar Kripto Dapat Tumbuh Pesat di Indonesia, Apa Itu?
Pada kesempatan yang sama Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi melihat potensi besar dari aset kripto dalam memperkuat pertumbuhan dan pendalaman pasar keuangan di Indonesia.
”Aset kripto kita harapkan berpotensi juga untuk memperkuat pertumbuhan dan pendalaman pasar keuangan kita,” ujarnya dalam Investortrust Focus Group Discussion, yang diadakan di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Hal ini, lanjut Hasan, seiring dengan minat masyarakat terhadap aset kripto yang menunjukkan pertumbuhan pesat, bahkan melampaui sektor keuangan lainnya seperti pasar modal. Ia mencontohkan, jumlah akun pengguna aset kripto yang terdaftar di platform perdagangan saat ini sudah mencapai 22,9 juta, jauh melampaui jumlah akun saham yang baru mencapai sekitar 7 juta.
Baca Juga
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan betapa cepatnya adopsi aset kripto di Indonesia, meski industri kripto masih tergolong baru dibandingkan dengan sektor keuangan yang lainnya.
“Bayangkan untuk perkembangan industri yang baru muncul dan berkegiatan belakangan, tapi percepatan adopsinya bahkan melampaui beberapa kegiatan di sektor keuangan yang sudah lebih dulu berjalan. Padahal kalau dari sisi marketing-nya, dari sisi edukasi saya kira enggak kalah dilakukannya oleh pasar modal,” kata Hasan.

