Merger EXCL-FREN Ciptakan Nilai Sinergi Triliunan Rupiah per Tahun, Begini Target Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Mega merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjadi entitas baru bernama XLSmart dinilai bakal menciptakan nilai sinergi berkisar US$ 300-400 juta per tahun. Nilai sinergi tersebut diperkirakan bisa dicapai dalam 3-5 tahun setelah merger.
EXCL maupun FREN merupakan pemain di sektor telekomunikasi yang sepakat untuk memutuskan bergabung sebagaimana diumumkan pada 11 Desember 2024. Nantinya setelah mendapatkan restu dari pemegang saham, FREN akan melebur ke dalam EXCL yang akan menjadi surviving entity.
Aksi korporasi senilai US$ 6,5 miliar atau setara dengan Rp 104 triliun (asumsi kurs Rp 16.000/USD) tersebut memang sudah lama dinantikan oleh pelaku pasar. Salah satu aspek positif yang disorot dari aksi tersebut adalah nilai sinergi yang berpotensi tercipta pasca-merger.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 1,81 Triliun di 2024
Di tengah proses merger yang sedang berjalan, belum lama ini EXCL juga merilis laporan keuangan untuk tahun buku 2024. Analis BRIDanareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam laporan riset terbarunya juga menjelaskan bahwa kinerja EXCL di kuartal IV-2024 tetap resilien serta pasar menanti terciptanya tonggak sejarah baru dari aksi merger.
“XL melaporkan laba bersih kuartal 4 tahun 2024 mencapai Rp 502 miliar (tumbuh 72,2% secara kuartalan dan 85,3% secara tahunan) ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan marjin EBITDA yang terjaga” tulis Niko dalam laporan risetnya.
Dalam laporan tersebut Niko juga menjelaskan bahwa merger XLSmart tetap on-track untuk tercapai di kuartal tiga tahun 2025. Salah satu hal yang banyak disorot dari merger adalah potensi sinergi yang tercipta nantinya.
Manajemen memberikan pedoman bahwa nilai sinergi akan dapat dicapai kurang lebih 3-5 tahun setelah merger dengan perkiraan nilai mencapai US$ 300-400 juta per tahun. Dengan asumsi kurs Rp 16.000/US$, estimasi nilai sinergi tersebut setara dengan Rp 4,8 – 6,4 triliun per tahun sebelum pajak.
Baca Juga
Pemegang Saham Pengendali Beri Dukungan Solid Merger EXCL dengan FREN
“Sinergi dari aksi merger dapat terealisasi terutama karena dua entitas bisnis menggabungkan keunggulan masing-masing dan menciptakan satu entitas baru yang jauh lebih kompetitif yang tidak dapat dicapai jika EXCL dan FREN berdiri sendiri-sendiri (standalone),” tulis Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas.
Pembentukan sinergi terutama dipengaruhi oleh aspek jaringan dan infrastruktur teknologi informasi, pengadaan dan aspek komersial. Dalam paparannya, baik EXCL dan FREN dapat melakukan optimalisasi jaringan dengan menon-aktifkan 20-30% jaringan yang tumpang tindih.
Dari sisi ekspansi, entitas baru bernama XLSmart yang terbentuk pasca merger juga dapat berinvestasi selektif di kota-kota yang ditargetkan dengan fokus pada profitabilitas. Selanjutnya dari aspek akselerasi saluran digital dapat dicapai dengan memberikan pengalaman digital baru yang lebih unggul dan meningkatkan penjualan silang atau cross-selling.
“Nilai sinergi yang diestimasikan sebesar Rp 4,8 – 6,4 triliun per tahun sebelum pajak pasca-merger masih sangat feasible untuk dicapai. Memang butuh proses dan waktu dan tidak serta merta, tetapi skala ekonomi yang lebih besar ditambah optimalisasi beban biaya operasional, kebutuhan belanja modal (capex) hingga beban sewa setiap tahunnya memungkinkan perusahaan capai angka sinergi yang diharapkan, bahkan jika berjalan mulus sinergi bisa lebih besar,” ungkap Aqil.
Baca Juga
Begini Target Harga Saham XL Axiata (EXCL) jelang Penuntasan Merger dengan Smarfren (FREN)
Sementara itu, riset CGS International turut melakukan perhitungan potensi penciptaan nilai tambah kumulatif dari sinergi per tahun pra-pajak yang diestimasikan bisa mencapai Rp 19,6 – 28 triliun nantinya.
Dengan penggabungan EXCL dan FREN, nantinya XLSmart akan memiliki 94,5 juta pelanggan seluler, dengan pendapatan sebesar Rp 45,4 triliun dan laba operasional sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau dikenal EBITDA sebesar Rp 22,4 triliun mengacu pada angka pro-forma.
Merespons aksi korporasi ini, analis pasar modal memberikan pandangan yang positif dengan rekomendasi beli saham EXCL yang nantinya akan menjadi surviving entity. Beberapa sekuritas asing bahkan memberikan target harga di atas Rp 3.000.
Beberapa sekuritas yang memberikan rekomendasi beli seperti Macquarie yang menyematkan target harga untuk EXCL di Rp 3.000 per saham. Kemudian ada UOB-Kay Hian Sekuritas yang memberikan target harga di Rp 3.200 per saham.

