XL Axiata (EXCL) Cetak Lompatan Laba Jadi Rp 1,81 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,81 triliun sepanjang 2024. Angka tersebut menunjukkan lompatan sebanyak 44,71% dari realisasi periode sama tahun 2023 mencapai Rp 1,25 triliun.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan emiten telekomunikasi ini sebanyak Rp 34,39 triliun atau naik 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Pendapatan ini masih didominasi oleh penjualan data dan layanan digital sebesar Rp 31,57 triliun, disusul penjualan dari layanan percakapan dan sms, baik melalui penjualan pulsa maupun telepon berlangganan senilai total Rp 898,63 miliar.
Sedangkan dari bisnis jasa interkoneksi dan jasa telekomunikasi lainnya, XL meraup pemasukan Rp 1,13 triliun. Di sisi lain, bisnis manage service dan jasa teknologi informasi mencatatkan pemasukan Rp 775,18 miliar.
Baca Juga
Pemegang Saham Pengendali Beri Dukungan Solid Merger EXCL dengan FREN
Pertumbuhan pendapatan tersebut, diikuti kenaikan beban biaya-biaya sebesar 3,74% (yoy) menjadi Rp 28,63 triliun dalam perbandingan periode yang sama. Beban ini, meliputi beban penyusutan sebesar Rp 12,07 triliun, beban infrastruktur Rp 8,94 triliun, beban interkoneksi Rp 3,28 triliun, serta beban penjualan dan pemasaran Rp 2,09 triliun.
Ada pula beban gaji dan kesejahteraan karyawan senilai Rp 1,73 triliun, beban administrasi Rp 454, 9 miliar, beban amortisasi Rp216,92 miliar, serta kerugian selisih kurs sebesar Rp 16,32 miliar.
Tahun lalu, XL juga mencetak keuntungan dari penjualan dan sewa-balik menara sebesar Rp 415,64 miliar, serta beban lain-lain senilai Rp 230,29 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, laba tahun berjalan perseroan pun menjadi Rp 1,84 triliun hingga 31 Desember 2024.
Seiring bertumbuhnya keuntungan XL, laba bersih per saham dasar dan dilusian emiten berkode EXCL ini menjadi Rp 139 dari Rp 96 per saham.
Baca Juga
Begini Target Harga Saham XL Axiata (EXCL) jelang Penuntasan Merger dengan Smarfren (FREN)
Dilihat dari total aset, perseroan terpantau masih memiliki aset sebanyak Rp 86,17 triliun per 31 Desember 2024, berkurang dari Rp 87,69 triliun miliar pada akhir 2023. Total aset hingga akhir tahun lalu, terdiri atas aset lancar senilai total Rp 8,43 triliun dan jumlah aset tidak lancar Rp 77,74 triliun.
Pada perbandingan periode yang serupa, XL Axiata masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total Rp 59,95 triliun, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 21,01 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 38,93 triliun.
Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas Rp 26,22 triliun per 31 Desember 2024, turun dari Rp 26,47 triliun di akhir tahun sebelumnya.

