Saham BSD (BSDE) Direkomendasi Beli Usai Cetak Marketing Sales Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau BSD. Rekomendasi ini mempertimbangkan penjualan property (marketing sales) tahun lalu sudah sesuai perkiraan dan lampaui target manajemen.
BSDE membukukan penjualan marketing (marketing sales) property senilai Rp 9,72 triliun tahun 2024. Angka tersebut bertumbuh sebanyak 2% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,50 triliun. Angka tersebut telah melampaui target yang telah ditetapkan manajemen.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BSDE dengan target harga Rp 1.550. Sedangkan Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi beli saham grup Sinarmas ini dengan target harga Rp 1.600.
Baca Juga
BSDE Raup Marketing Sales Rp 9,72 Triliun di 2024, Penyumbangnya Terbesar Segmen Ini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, pencapaian marketing sales tergolong sehat di tengah pasar penuh tantangan. Hal ini didukung keberhasilan BSDE menawarkan keunggulan produk kepada konsumen.
“Marketing sales tersebut telah lebih baik dibandingkan pencapaian sebelum pandami Covid-19. Sedangkan target marketing sales tahun ini diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun. Salah satu penyumbangnya adalah penjualan lahan ke perusahaan patungan Rp 1 triliun,” tulisnya.
Pandangan positif lainnya datang dari analis Mandiri Sekuritas Danif Nouval Esfandiari dan Robin Sutanto. Menurut analis tersebut bahwa realisasi marketing sales tahun 2024 tersebut lebih tinggi dari target manajemen atau setara dengan 102%. Hal ini membuat saham BSDE direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.600.
Sebelumnya, Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/2/2025), menyebutkan bahwa pencapaian ini yang menunjukkan daya tarik kuat dari portofolio produk properti perseroan. Pencapaian ini juga menjadi dorongan positif bagi perseroan tahun 2025.
Baca Juga
Di Tengah Insentif Melimpah, Begini Target Saham CTRA, PWON, SMRA, dan BSDE
“Kami optimistis terhadap prospek industri properti, terutama dengan kebijakan terkini pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia yang diyakini masih dapat memberikan stimulus tambahan bagi permintaan konsumen," ujarnya.
Perseroan mencatat bahwa segmen residensial berkontribusi sebesar Rp 5,40 triliun atau 56% terhadap total prapenjualan atau terbesar. Penjualan tersebut berasal dari proyek Nava Park, Tresor, The Zora, Hiera, Tanakayu dan Terravia, dan sejumlah produk bari di BSD City.
Segmen komersial mencakup lot tanah, ruko, dan apartemen menyumbang Rp 3,76 triliun atau 39% dari total prapenjualan. Prapenjualan berasal dari produk Cascade Studio Loft, West Village Business Park, Northridge Ultimate yang terletak di BSD City, North Square District di Kota Wisata Cibubur, Apartemen Southgate dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City. Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan joint venture menyumbang Rp 565 miliar, setara dengan 6% dari total pencapaian prapenjualan.

