Laba Melesat 13% di 2024, Saham BBCA Diganjar Rekomendasi dan Target Harga Begini
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas BUMN ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), seiring keberhasilan bank dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini cetak pertumbuhan laba bersih double digit tahun 2024. Bahkan, salah satu sekuritas merevisi naik target harga saham BBCA.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 11.800 menjadi Rp 11.900. Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500.
BCA dan entitas anak membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp 54,8 triliun sepanjang tahun 2024. Angka tersebut naik 12,7% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga
Naik 12,7%, Laba Bersih BCA (BBCA) Tembus Rp 58,4 Triliun di 2024
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang sebesar Rp 82,3 triliun, tumbuh 9,5% yoy per akhir Desember 2024. Sementara itu, pendapatan non bunga meningkat 10,2% yoy menjadi Rp 25,2 triliun.
Kemudian, BCA dan entitas anak menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan total kredit 13,8% yoy menjadi Rp 922 triliun. "Pertumbuhan kredit BCA diikuti terjaganya kualitas pembiayaan perseroan. Rasio loan at risk (LAR) BCA membaik mencapai 5,3% pada tahun 2024, dibandingkan 6,9% pada 2023," ujar Jahja dalam acara Press Conference Paparan Kinerja Full Year 2024 PT Bank Central Asia Tbk yang digelar secara virtual via Zoom di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, realisasi laba bersih BCBA senilai Rp 54,8 triliun atau pertumbuhan 13% tahun 2024 sesuai dengan estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis. “Hal ini mendorong kami untuk menaikkan target harga saham BBCA dan menempatkannya sebagai saham pilihan teratas dari sektor bank,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Target Saham Surya Semesta (SSIA) Dipangkas, Pemicunya Lahan Industri Ini
Terkait kinerja keuangan tahun ini, BRI Danareks Sekuritas menyebutkan, diproyeksikan lanjutkan peningkatan laba bersih dengan target Rp 58,32 triliun dan diharapkan kembali melesat menjadi Rp 61,42 triliun tahun 2026. BBCA merupakan saham pilihan teratas didukung likuiditas paling kuat, CoF terkendali, dan kualitas aset yang solid.
Begitu juga dengan analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra mengatakan, saham BBCA layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 11.500 setelah kembali mencatatkan pertumbuhan laba double digit tahun 2024 atau sebanyak 13%. ROE perseroan juga meningkat 89 bps menjadi 22,3%, seiring dengan pertumbuhan kredit mencapai 14%.
“Penurunan suku bunga mungkin bisa menekan yield cadangan sekunder, namun dengan penyesuain bunga pinjaman dan manajemen kualitas aset yang baik, profitabilitas BBCA akan tetap terjagi tahun 2025,” tulisnya.
Estimasi Kinerja Keuangan BCA
Grafik Saham BBCA

