Harga Emas Melonjak di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Tarif AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia naik ke level US$ 2.744 per troy ons Rabu, (21/1/2025). Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menyebutkan, pernyataan Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa malam, mengungkapkan rencana pemerintah untuk memberlakukan tarif 10% terhadap barang impor dari China mulai 1 Februari.
Pada hari yang sama, ia juga menegaskan bahwa Meksiko dan Kanada dikenakan tarif sebesar 25%, serta menyebut rencana tarif terhadap impor Eropa tanpa rincian spesifik. “Pelaku pasar menilai ketidakpastian kebijakan ini telah melemahkan dolar sejak awal masa jabatan Trump,” tulis riset ICDX yang diterbitkan Rabu, (22/1/2025).
Baca Juga
Gerak Harga Emas Tahun Ini Diyakini di Atas Ekspektasi, Apa Alasannya?
Emas terus menjadi pilihan investasi aman di tengah ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik. Selain itu, kebijakan tarif Trump dipandang inflasioner, sehingga berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan tekanan harga.
“Perhatian pasar kini juga tertuju pada pertemuan FOMC pekan depan serta data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE),” ulasnya.
Baca Juga
ICDX memprediksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.720 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.754. Support terjauhnya berada di area US$ 2.675 - US$ 2.610, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.775 - US$ 2.800.

