Gerak Harga Emas Tahun Ini Diyakini di Atas Ekspektasi, Apa Alasannya?
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas naik ke level US$ 2.671 per troy ons didukung oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kehati-hatian pasar yang menilai dampak ekonomi dari kebijakan setelah pelantikan Presiden AS Donald Trump.
Pada pertemuan sebelumnya, ekspektasi pelaku pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve AS (The Fed) kemungkinan mempertahankan suku bunga acuan semalam di kisaran 4,25%-4,50% pada pertemuan Januari.
Sementara itu, pelaku pasar masih khawatir terhadap Presiden terpilih Donald Trump, yang dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025. Di mana, kebijakan tarif inflasi Trump dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksi, harga emas dunia di tahun 2025 sedikit lebih baik dibanding ekspektasi. Pelaku pasar pun diyakini akan lari lagi menaruh dananya di safe haven.
Safe haven adalah sebutan untuk aset investasi yang tetap stabil di tengah ketidakstabilan dan ketidakpastian ekonomi global karena berbagai faktor, seperti perang, resesi, dan inflasi.
Lalu bagaimana prediksi harga emas di tahun 2025 ini?. Berikut wawancara Investortrust dengan Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (21/1/2025):

