Harga Emas Tertekan di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas turun tipis ke level US$ 2.900 per troy ons pada Selasa, (18/2/2025) tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan AS setelah Presiden Donald Trump kembali menegaskan rencana penerapan tarif timbal balik. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan risalah rapat FOMC yang akan rilis pekan ini.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), memaparkan, ancaman tarif yang kembali digaungkan Trump masih menjadi sentimen utama setelah Presiden AS menegaskan bahwa tarif impor mobil akan mulai diberlakukan pada 2 April, melanjutkan kebijakan proteksionis yang telah ia jalankan sejak awal masa jabatannya.
"Sementara itu, beberapa pejabat The Fed dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka pada Kamis (18/2), sementara pelaku pasar mencermati apakah risalah FOMC akan mengkonfirmasi ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini," tulis riset ICDX, Selasa, (18/2/2025).
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), memaparkan, ancaman tarif yang kembali digaungkan Trump masih menjadi sentimen utama setelah Presiden AS menegaskan bahwa tarif impor mobil akan mulai diberlakukan pada 2 April, melanjutkan kebijakan proteksionis yang telah ia jalankan sejak awal masa jabatannya.
"Sementara itu, beberapa pejabat The Fed dijadwalkan menyampaikan pandangan mereka pada Kamis (18/2), sementara pelaku pasar mencermati apakah risalah FOMC akan mengkonfirmasi ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini," tulis riset ICDX, Selasa, (18/2/2025).
Baca Juga
Depresiasi Dolar AS Angkat Harga Emas, Ancaman Tarif Trump Jadi Sorotan
Selain itu, Gubernur The Fed Michelle Bowman menyatakan pada Senin (17/2) bahwa ia ingin melihat penurunan inflasi lebih lanjut sebelum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga. Di sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Kyiv dan Uni Eropa harus menjadi bagian dari negosiasi nyata untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Sementara itu, para pemimpin Eropa dalam pertemuan di Paris menyatakan kesiapan mereka memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, tetapi menilai bahwa gencatan senjata tanpa kesepakatan perdamaian justru dapat meningkatkan ketidakpastian di kawasan tersebut. "Jika ketegangan mereda, potensi koreksi lebih dalam pada harga emas tetap terbuka," paparnya.
Baca Juga
Dari sisi teknikal, ICDX memproyeksikan support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.890 - US$ 2.886, dengan resistance terdekat di US$ 2.899 - US$ 2.904. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.877, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.913.

