Dua Faktor Ini Jadikan Saham Astra International (ASII) Menarik, Begini Rekomendasi dan Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BEI) atau BI Rate dan penundaan penerapan opsen pajak mayoritas provinsi bisa menjadi sentimen positif terhadap penjualan otomotif PT Astra Interantional Tbk (ASII).
Dua berita positif tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 5.900. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PER ASII tahun ini sebanyak 7,3 kali. Saat ini, saham ASII ditransaksikan dengan PE 5,8 kali.
Baca Juga
Astra Infra Beberkan Potensi Titik Kepadatan Lalu Lintas pada Periode Nataru
“Berdasarkan data penurunan tingkat suku bunga perbankan berkorelasi positif terhadap gerak saham ASII. Suku bunga rendah juga menguntungkan penjualan mobil, meski dengan jeda sekitar 9-16 bulan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry dalam riset, Rabu (22/1/2025).
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan dengan penurunan suku bunga baru-baru ini diharapkan penjualan mobil pada paruh kedua tahun ini bisa kembali marak. Diperkirakan penjualan mobil wholesale nasional tahun ini bisa bertumbuh 10% menjadi 946 ribu unit atau lebih tinggi dari proyeksi Gaikindo sebanak 900 ribu unit.
Estimasi Kinerja Keuangan ASII
“Peningkatan penjualan mobil tahun ini juga terdorong kebijakan subsisidi PPN sebanyak 3% untuk penjualan mobil hybrid. Penundaan penerapan open pajak juga berkorelasi positif terhadap penjualan mobil tahun ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam skenario penerapan opsen pajak, biaya kepemilikan mobil baru bisa meningkat sekitar 7-8% di beberapa wilayah di Pulau Jawa, sehingga bisa menekan penjualan mobil.
Baca Juga
PT Astra International Tbk (ASII) Raih Gold Star Award di ESG Awards 2024
Terkait kenaikan PPN menjadi 12%, dia mengatakan, bisa berimbas terhadap kenaikan harga jual mobil yang dipasarkan Astra, Toyota, mencapai Rp 3-22 juta per unit. Namun demikian, kenaikan harga jual mobil dengan cepat kemungkinan tak dilakukan dipicu atas daya beli yang masih rendah.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih ASII menjadi Rp 34,14 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun 2024 Rp 33,40 triliun. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat dari target tahun 2024 Rp 332 triliun menjadi Rp 357,30 triliun.
Grafik Saham ASII

