IHSG Lanjutkan Penguatan hingga Saham Bank BUMN Diburu, Efek Pelantikan Trump?
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/1/2025), lanjutkan penguatan hingga pergerakan berada di atas level 7.201. Penguatan IHSG ini terdorong pernyataan Donald Trump yang tidak akan buru-buru menaikkan tarif perdagangan setelah menjabat sebagai presiden Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data BEI, IHSG telah torehkan penguatan dalam lima hari beruntun lebih dari 2,8%. IHSG melesat dari level penutupan 6.956 pada 14 Januari menjadi 7.201 hingga pukul 10.00 WIB hari ini. Sedangkan pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG dibuka naik 28 poin (0,40%) menjadi 7.201.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana berpandangan, sempat timbul kekhawatiran terhadap kenaikan tarif perdagangan terhadap negara anggota BRICS, termasuk Indonesia, usai Trump resmi menjabat. Namun kekhawatiran tersebut mereda setelah Trump menyatakan tidak akan menerapkan kebijakan tarif baru dalam waktu dekat, khususnya terhadap negara mitra dagang utama, membawa angin segar bagi pasar.
Baca Juga
"Pernyataan Trump tersebut menciptakan harapan bahwa ketegangan dagang global dapat mereda, sehingga investor global kembali optimistis terhadap prospek ekonomi, termasuk di Indonesia," kata Hendra kepada investortrust.id Selasa, (21/1/2025).
Berlanjutnya penguatan indeks pagi ini, terang Hendra, terdorong penguatan indeks saham pasar Eropa semalam. Euro dan Poundsterling yang menguat terhadap dolar AS menambah kepercayaan pasar bahwa situasi global masih kondusif setidaknya dalam waktu dekat.
Asing mulai Lirik Bank BUMN
Sementara itu, sejalan dengan penguatan IHSG hari ini, saham-saham perbankan juga turut mendorong penguatan IHSG. Hendra menyebutkan bahwa saham perbankan, khususnya bank BUMN seperti BBRI dan BMRI mencatatkan net buy oleh investor asing dalam tiga hari terakhir. Hal ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari investor asing terhadap saham-saham bank pelat merah.
Baca Juga
Meski Net Sell Melanda, Saham Bank Pelat Merah Ini justru Diborong Asing Hari Ini
"Beberapa alasan yang mendorong minat ini, antara lain penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia yang memberikan dorongan positif bagi sektor perbankan, karena dapat menurunkan biaya dana dan meningkatkan margin bunga bersih, yang berpotensi meningkatkan profitabilitas bank," jelas Hendra.
Berdasarkan data Tradingviews.com, saham BBRI torehkan penguatan sebanyak 13,42% dalam lima hari terakhir hingga pukul 11.00 WIB hari ini. Begitu juga dengan saham BBNI naik 15,74%, saham BMRI melesat 12,96%, dan saham BRIS melesat 8,99%, dan BBTN naik sebanyak 4,29%.
Grafik Saham Bank BUMN Lima Hari Transaksi BEI
Selain itu, kata Hendra, bank BUMN, seperti BBRI dan BMRI, memiliki fundamental yang solid, dengan kinerja keuangan yang stabil dan aset yang besar, sehingga dianggap sebagai pilihan investasi yang aman dan menarik bagi investor asing. Ia juga menilai prospek ekonomi yang cerah dengan adanya sinyal bahwa ketegangan perdagangan global mungkin akan mereda juga menjadi pendorong minat terhadap saham perbankan. Sektor perbankan, yang menjadi tulang punggung perekonomian, terlihat lebih menarik di mata investor.
Baca Juga
Analis: Pemerintah Donald Trump bisa Bawa Konsekuensi Ini terhadap Bursa Saham Domestik
Sebagai informasi, dala rentang waktu 15-20 Januari 2025, BBRI mencatatkan net buy sebesar Rp 1 triliun, sementara BMRI sebesar Rp 332 miliar. Aliran dana masuk yang signifikan ke saham-saham bank BUMN ini mendorong IHSG kembali ke level psikologis 7.200, terutama jika tren ini terus berlanjut.
"Dengan latar belakang tersebut, minat asing yang kuat terhadap saham perbankan BUMN, ditambah dengan sentimen positif dari kebijakan AS yang lebih moderat di bawah Trump, menjadi katalis utama bagi penguatan IHSG hari ini," tutur Hendra.
Grafik IHSG 5 Hari Terakhir

