Intip Strategi Trisula Textile (BELL) bisa Bertumbuh di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) tetap optimistis terhadap pertumbuhan kinerja keuangan, meskipun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasinal diprediksi tetap terpuruk tahun 2025 akibat serbuan barang impor bersamaan dengan penurunan daya beli masyarakat.
Direktur Utama Trisula Textile Industries Karsongno Wongso Djaja mengatakan, perseroan menyambut 2025 dengan menerapkan pendekatan strategi pertumbuhan yang adaptif dan inovatif guna menopang pertumbuhan kinerja keuangan.
“BELL akan terus memprioritaskan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan industri, karena kondisi bisnis TPT saat ini masih menantang selama belum ada dukungan dari kebijakan pemerintah,” terang Djaja secara tertulis pada Rabu (15/1/2025).
Baca Juga
Industri Tekstil dan Garmen Melemah, Penjualan Trisula (TRIS) Tetap Bertumbuh
Emiten penyedia kain, seragam, dan fashion tersebut memutuskan untuk fokus pada pengembangan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, sehingga perseroan bisa terus beradaptasi dengan dinamika pasar.
Manajemen berupaya mengembangkan lini produk ritel JOBB dan Jack Nicklaus. Penyesuaian desain pakaian dan fashion dilakukan selaras dengan kebutuhan pasar, yang sangat berorientasi pada tren (market-driven).
Selain itu, Trisula (BELL) memanfaatkan kemampuan divisi riset dan pengembangan (R&D) untuk menghadirkan produk inovatif yang mampu memenuhi permintaan pelanggan. Pertumbuhan juga dicapai dengan melanjutkan ekspansi jaringan ritel JOBB dan Jack Nicklaus secara cermat tahun ini.
Sebagai gambaran pertumbuhan yang dimaksud, BELL telah mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 4,7% (yoy) sampai kuartal III-2024, menjadi Rp 9,2 miliar. Sementara, penjualan bersih mereka pada Januari-September 2024 naik 18,61% menjadi Rp 426,36 miliar.
Baca Juga
Kemenperin: Sektor Kimia, Farmasi dan Tekstil Tumbuh 4,2% di Triwulan III 2024
Hingga akhir 2024, BELL telah mengoperasikan sebanyak 187 titik penjualan (POS) di Indonesia, yang terdiri dari 130 POS JOBB dan 57 POS Jack Nicklaus. “Salah satu kunci keberhasilan BELL bertahan di industri yang dinamis dan penuh tantangan adalah mempertahankan kinerja optimal mesin-mesin produksi, yang berkontribusi pada peningkatan lead-time produksi dan efisiensi operasional,” jelas Djaja.
Trisula (BELL) mengeklaim rutin dan bertahap melakukan peremajaan mesin, sekaligus mengikuti perkembangan teknologi terbaru di industri. Awal tahun ini, perusahaan berencana memperbarui mesin produksi dengan memasang mesin washer dryer baru untuk memastikan kualitas kain yang optimal sebelum diproses lebih lanjut.
Baca Juga
Manajemen Sebut Kenaikan Kinerja Trisula (BELL) kuartal III-2024 Mengesankan, Ungkap Alasan Ini
“Mesin ini dilengkapi dengan teknologi heat recovery system, yang mampu mengurangi konsumsi energi hingga 15–20%. Langkah ini tidak hanya mendukung pengurangan biaya operasional, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan,” sambung Djaja.
Langkah ekspansi tersebut diharap dapat memperkuat posisi BELL di pasar ritel Indonesia, seiring dengan upaya perusahaan untuk terus berinovasi dan tumbuh secara adaptif di tengah tantangan industri tekstil yang dinamis.
Grafik Saham BELL

