Bagikan

Trisula Textile (BELL) Bagi Dividen 86,4% dari Laba 2025, Nilainya Segini per Saham

Poin Penting

RUPST BELL sepakati pembagian dividen Rp 10 miliar atau Rp 1,38 per saham dengan payout ratio 86,4%.
Laba bersih BELL tahun 2025 tumbuh 8,94% menjadi Rp 12,57 miliar meski industri tekstil penuh tantangan.
Perseroan ekspansi ritel JOBB dan Jack Nicklaus serta targetkan pertumbuhan pendapatan high single digit.

CIMAHI, investortrust.id PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan membagi dividen Rp 10 miliar atau Rp 1,38 per saham yang disepakati dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini. Jumlah tersebut mencerminkan dividend payout ratio 86,4% dari laba bersih 2025 sebesar Rp 12,57 miliar.

“Perseroan konsisten membagikan dividen setiap tahun sebagai wujud apresiasi kepada para pemegang saham,” ujar Direktur Keuangan Trisula Textile Industries, Heru Jatmiko Harrianto di komplek produksi Trisula, Baros, Cimahi, Rabu (22/4/2026).

Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen tunai pada pada 22 Mei 2026. Sementara secara historis, total dividen dan rasio pembayaran kali ini menjadi yang terbesar sejak 2019.

Manajemen menerangkan, pembagian dividen didasari atas kinerja positif pada tahun buku 2025. BELL mencatatkan kenaikan laba bersih 8,94% (yoy) menjadi Rp 12,57 miliar, meski total penjualan bersih tergelincir 0,02% (yoy) menjadi Rp 584,75 miliar.

Pekerja beraktivitas di pabrik tekstil milik PT Trisula Textile Industries Tbk, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Sepanjang 2025, perseroan beroperasi dalam kondisi pasar yang penuh tantangan. Lemahnya permintaan domestik, serta meningkatnya intensitas persaingan dengan produk impor berharga rendah, menekan kinerja penjualan dan profitabilitas perseroan.

Namun pada periode tersebut, manajemen menilai bahwa raihan penjualan bersih dan laba bersih perusahaan relatif stabil di tengah industri tekstil yang menantang

“Perlu kami tegaskan, tekanan ini terutama dipengaruhi faktor eksternal dan kondisi industri, bukan disebabkan penurunan kualitas operasional maupun pelemahan fundamental bisnis perseroan,” sambung Heru.

Baca Juga

Laba Bersih Trisula International (TRIS) Naik 30,33% pada 2025, Penjualan Tumbuh 14%

Pekerja beraktivitas di pabrik tekstil milik PT Trisula Textile Industries Tbk, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (22/4/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Menanggapi kondisi tersebut, manajemen melakukan serangkaian penyesuaian secara disiplin dan bertahap. Langkah ini mencakup pengendalian biaya produksi, optimalisasi mesin, penyesuain strategi penjualan, serta pengelolaan persediaan yang lebih selektif untuk menjaga efisiensi dan stabilitas operasional.

Demi menjaga daya saing, perseroan menerima pesanan yang fleksibel atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan (custom). Keunggulan ini diklaim sebagai motor pertumbuhan Trisula Textile untuk bisa meraih hasil positif.

Selain inovasi, perseroan aktif melakukan ekspansi ritel melalui merek JOBB dan Jack Nicklaus di wilayah pasar yang potensial dan strategis. Per Desember 2025, jumlah gerai JOBB telah mencapai 135 gerai, sementara Jack Nicklaus memiliki 76 gerai.

“Dengan langkah dan strategi yang konsisten dipertahankan, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja pendapatan high single digit, sesuai target yang telah ditetapkan tahun ini,” pungkas Heru.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024