Asing Akhirnya Net Buy Dipimpin Saham Bank BUMN Ini untuk Pertama Kalinya
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 593,86 miliar, seiring dengan lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/1/2025), sebanyak 122,9 poin (1,77%) menjadi 7.079,56 setelah BI Rate dipangkas sebanyak 25 bps menjadi 5,75%.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 429,13 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 157,07 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 54,78 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 46,43 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 33,46 miliar.
Baca Juga
Eks Bos Bank Mandiri Agus Martowardojo Ungkap Kunci BMRI Lolos dari Krisis
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT BanK Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 32,22 miliar, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Rp 23,22 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 19,59 miliar, PT Bumi Resources Minerals TbK (BRMS) Rp 18,39 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 17,34 miliar.
Terkiat lonjakan IHSG hari ini ditopang penguatan saham sektor perbankan, khususnya bank BUMN. Sebaliknya saham emiten Prajogo Pangestu menjadi penekan. Berdasarkan data saham sektor keuangan melesat sebanyak 3,12%, sektor property naik 2,63%, sektor teknologi naik 1,10%, sektor infrastruktur naik 1,01%, sektor consumer primer naik 1,29%, dan sektor consumer non primer 1,02%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor material dasar dan industry.
Pendorong utama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pendorong utama setelah naik Rp 290 (7,63%) menjadi Rp 4.090, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat Rp 280 (6,78%) menjadi Rp 4.410, PT Bank Mandiri TbK (BMRI) naik Rp 350 (6,48%) menjadi Rp 5.750, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 4,29% menjadi Rp 1.095. Begitu juga dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,89% menjadi Rp 9.800.
Baca Juga
IHSG Terbang 122 Poin Terdorong Penurunan BI Rate hingga Lonjakan Saham Bank Besar
Sedangkan beberapa saham yang berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) hari ini, yaitu saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) melesat 35% menjadi Rp 81, PT Citra Marga Nusaphala Persada TbK (CMNP) naik 24,89% menjadi Rp 2.960, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,78% menjadi Rp 4.330, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 24,58% menjadi Rp 735.
Lompatan harga hingga ARA juga melanda saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) naik 24,85% menjadi Rp 412, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) naik 19,75% menjadi Rp 7.275, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mengaut 19,95% menjadi Rp 13.075.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 60,22 poin (0,86%) menjadi 6.956. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 633,19 miliar didorong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 286,42 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 124,40 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 84,86 miliar.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan saham sektor perbankan bersamaan dengan berlanjutnya penurunan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Koreksi tersebut menjadikan penurunan IHSG year to date (ytd) telah mencapai 2,02%.

