Harga Emas Menguat Setelah Rilisnya IHP AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menguat ke zona US$ 2.671 per troy ons pada Rabu, (15/1/2025) setelah data inflasi AS sedikit lebih lemah dari perkiraan. Hal ini memberikan harapan pelaku pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve melanjutkan jalur pelonggaran suku bunganya tahun ini.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) yang diterbitkan hari ini, Rabu (15/1/2025) menyebutkan data ekonomi AS sebelumnya melaporkan Inflasi Indeks Harga Produsen (IHP) utama naik menjadi 3,3% secara tahunan dibandingkan angka sebelumnya 3,0%, sementara IHP inti meningkat menjadi 3,5% dibandingkan 3,4% sebelumnya.
ICDX menjelaskan pelaku pasar saat ini menantikan data ekonomi penting AS lainnya untuk Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu untuk menganalisis jalur kebijakan The Fed dengan pelaku pasar memperkirakan kenaikan tahunan sebesar 2,9%, dibandingkan kenaikan di bulan November sebesar 2,7% dan kenaikan bulanan sebesar 0,3%.
“Perlu diingat bahwa angka tersebut masih berada jauh di atas target inflasi tahunan 2,0% dari The Fed,” jelas riset tersebut.
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Imbas Inflasi AS yang Sedikit Lebih Lemah dari Perkiraan
Dalam laporan yang beredar, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kembali ke Gedung Putih pada 20 Januari dan menyatakan komitmennya untuk menerapkan kebijakan tarif perdagangan yang telah direncanakan.
“Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, yang memprediksi kebijakan tersebut dapat memicu perang dagang dan meningkatkan kembali laju inflasi,” paparnya.
Baca Juga
ICDX memperkirakan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.650 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.714. Support terjauhnya berada di area US$ 2.645 - US$ 2.580, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.735 - US$ 2.765.

