Harga Emas Tertekan Pasca Rilisnya Data Ekonomi AS yang Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas mengalami penurunan ke zona US$ 2.670 per troy ons pasca laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat dolar AS.
Harga emas dalam riset ICDX, Selasa (14/1/2025) menurun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.670 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.714. Support terjauhnya berada di area US$ 2.645 hingga ke area US$ 2.580. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.735 hingga ke area US$ 2.765.
Laporan Nonfarm Payrolls terbaru untuk bulan Desember, yang dirilis pada hari Jumat, dan menyesuaikan dengan narasi baru bahwa Federal Reserve (The Fed) akan lebih ketat dan mempertahankan suku bunga lebih lama, dengan peluang beberapa penurunan suku bunga pada tahun 2025 semakin berkurang.
Baca Juga
Di sisi lain, dalam berita yang beredar, para perunding bertemu di Doha untuk menyelesaikan rincian kesepakatan gencatan senjata di Gaza, yang melibatkan pembebasan sandera oleh Hamas dan tahanan Palestina oleh Israel. Presiden AS Joe Biden menyebut proses ini sebagai hasil dari upaya diplomasi intensifnya.
Dalam perundingan tersebut, rancangan akhir perjanjian disampaikan oleh Qatar, dengan Israel dan Hamas berada di tahap akhir pembahasan. Jika berhasil, kesepakatan ini akan menjadi langkah signifikan menuju perdamaian, memungkinkan pembebasan sandera terbesar oleh Israel sejak konflik dimulai. Kesepakatan ini juga diharapkan mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dan pengaturan keamanan di Gaza.
Baca Juga
Pegadaian Jadi Pelopor Usaha Bulion di Indonesia, Bagaimana Proyeksi Investasi Emas di Tahun 2025?
Fokus pasar kedepan Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS, yang mencakup Indeks Harga Konsumen (CPI) dan klaim pengangguran mingguan, untuk memahami arah kebijakan moneter The Fed. Pelaku pasar menilai apabila inflasi menunjukkan peningkatan, prospek pemotongan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan semakin berkurang.

