Saham Torehkan ARA, Brigit Biofarmaka (OBAT) Bidik Kenaikan Laba Segini
JAKARTA, investortrust.id - Emiten yang terafiliasi dengan Dahlan Iskan, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT), membidik pertumbuhan laba bersih sebanyak 20% tahun 2025. Target tersebut optimistis terealisasi didukung sejumlah langkah strategis perseroan.
“Kami menargetkan pertumbuhan laba minimal 20% profit tahun2025. Target ini akan diwujudkan dengan strategi-strategi yang dijalankan secara internal," kata Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi, Is Heriyanto dalam Konferensi Pers Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Baca Juga
Sentuh ARA di Listing Perdana, Delta Giri (DGWG) Bidik Laba Tumbuh 25% di Tahun 2025
Lebih lanjut, Heriyanto menyebutkan, pertumbuhan perseroan juga akan terdorong program pemerintah, yakni program makan bergizi gratis (MBG). Ia menyakini program MBG tersebut akan meningkatkan penjualan melalui produk terbaru, yakni susu spirulina dan neoalgae spirulina yang masuk ke dalam menu program tersebut.
“Perseroan menghasilkan produk berkualitas dan berpotensi menjadi tambahan suplemen untuk program makan bergizi gratis, hal ini sejalan dengan misi kami memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutur Heriyanto.
Sekedar informasi, Senin (13/1/2025), Brigit Biofarmaka (OBAT) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), di awal transaksi saham OBAT dibuka ke level Rp 424 per saham atau naik 21,14% dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp 350 per saham. Sedangkan penutupan sesi I, saham OBAT ditutup auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,57% menjadi Rp 436.
Baca Juga
Anak Usaha PANI Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Segera IPO, Sahamnya Dinilai Bisa Naik 157%
Emiten berkode saham OBAT ini menawarkan sebanyak 170.000.000 saham dengan nominal Rp 50 per saham atau setara dengan 28,33% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga final yang ditetapkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp 350 per saham. Dengan hasil IPO saham ini, OBAT berhasil memperoleh dana senilai Rp 59,5 miliar.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, seluruhnya akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja yang antara lain untuk pembelian bahan baku, penambahan produksi, dan pengembangan pemasaran.
Grafik Saham OBAT

