Listing Perdana CBDK, OBAT, DGWG, Sahamnya Langsung Melesat Dipimpin Emiten Ini
JAKARTA, investortrust.id – Tiga emiten listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/1/2025), berhasil dibuka melesat. Bahkan, satu saham dibuka langsung menguat hingga auto reject atas (ARA).
Ketiga emiten tersebut adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG). Sedangkan saham emiten yang listing perdana pada Rabu (8/1/2025), PT Raharaja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali melesat hingga ARA empat hari beruntun.
Baca Juga
Indo Premier (IPOT) Imbau Sejumlah Sentimen Pekan Ini, Pantau Saham INDY, BBNI dan PGAS
Berdasarkan tiga saham yang listing perdana hari ini adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yaitu anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 yang dikendalikan Agung Sedayu Group dan Salim Group.
CBDK melepas sebanyak 566,89 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 4.060. Pada pembukaan perdana saham ini langsung terbang hingga ARA dengan penguatan Rp 1.05 (25%) menjadi Rp 5.075.
Emiten selanjutnya PT Brigit Biofarma TeknologiT bk (OBAT) yang dilepas dengan harga Rp 350 per saham. Sebanyak 170 juta saham OBAT dilepas hari ini. Saham ini dibuka melesa ke level Rp 398. Hingga pukul 09.50 WIB, saham OBAT Telah menguat18,86% menjadi Rp 416.
Baca Juga
Anak Usaha PANI Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Segera IPO, Sahamnya Dinilai Bisa Naik 157%
Selanjutnya saham PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) yang listing perdana dengan melepas sebanyak 882,35 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 230 per saham. Hingga pukul 09.50 WIB, saham DGWG telah menguat 16,52% menjadi Rp 270.
Sedangkan saham RATU tercatat sebagai saham pendapatan baru tahun ini yang berhasil torehkan penguatan harga paling pesat. Saham anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini telah torehkan penguatan hingga ARA dalam empat hari beruntun.
Berdasarkan data hari ini, saham RATU kembali ARA dengan penguatan Rp 550 (24,66%) menjadi Rp 2.780. Dengan demikian, saham RATU telah melesat 141,73% dalam empat hari perdagangan.

