Listing Perdana Saham Raja Roti (BRRC) Sempat Sentuh ARA Rp 262, Manajemen Ungkap Prospek Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten produksi tepung roti, PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), berhasil torehkan lompatan harga pada listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/1/2025). Sedangkan secara bisnis, permintaan tepung roti masih cenderung bertumbuh pesat ke depan.
Saham perusahaan ke-4 yang melantai di BEI tahun 2025 ini dibuka dengan harga perdana Rp 210 per saham, saham BRRC langsung melesat 36 poin (17,14%) ke level Rp 246 sesaat setelah listing pukul 09.01, Kamis (9/1/2025). Bahkan, saham ini sempat sentuh level auto reject atas (ARA) Rp 262 dan hingga pukul 10.25 WIB, saham BRRC terpantau naik Rp 42 (20%) menjadi Rp 252.
Baca Juga
Program MBG Bergulir, Raja Roti (BRCC) Optimistis Pertumbuhan Kinerja lebih Pesat
Perseroan sebelumnya telah menggelar IPO saham dengan perolehan dana Rp 61,215 miliar. Seluruh dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja yang mencakup peningkatan persediaan bahan baku dan biaya operasional untuk mendukung pertumbuhan penjualan produk.
BRRC juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 145.750.000 waran seri I bagi pemegang saham baru. Sehingga, investor 2 saham baru akan memperoleh satu waran seri I. Dengan demikian, setiap pemegang waran memiliki hak untuk menebus 1 saham perseroan di Rp 210. Sehingga total pelaksanaan waran seri I bakal meraup dana maksimal Rp 30,60 miliar yang keseluruhannya digunakan untuk modal kerja.
Direktur Utama Raja Roti Cemerlang Ari Sudarsono optimistis bahwa IPO saham ini akan menjadi momentuh terhadap pertumbuhan pesat kinerja perusahaan ke depan. “Berdasarkan data internal kebutuhan pelanggan perseroan bahwa pasar tepung roti mencapai Rp 1 triliun pada 2024 dan diprediksi bertumbuh ke depan. Di luar kebutuhan pelanggan existing tentu kebutuhan tepung roti secara nasional jauh lebih besar” ujar Ari di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Baca Juga
Saham AKR Corporindo (AKRA) Direkomendasikan Beli, Meski Lahan Industri di Bawah Target, Kok Bisa?
Saat ini, BRRC telah memenuhi sekitar 9,6% kebutuhan tersebut. Dengan melantai di BEI, Raja Roti Cemerlang turut berpartisipasi dalam ketahanan pangan nasional. Mengingat masih banyak peluang yang belum tergarap serta dengan adanya program pemerintah yakni makan bergizi, Perseroan memandang hal tersebut sebagai peluang besar untuk memperbesar angka penjualan.
Melalui program tersebut, penjualan breadcrumbs diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat. Hal ini disebabkan oleh produk tepung roti atau tepung panir merupakan bahan baku untuk membuat layering atas produk-produk seperti nugget, chicken katsu, kroket, risol, dan sejenisnya yang menjadi menu program makan bergizi gratis.
“Dengan jumlah dan kapasitas pabrik yang kami miliki, kami yakin dapat berkontribusi mensukseskan program makan bergizi gratis. Dan setelah IPO, kami juga akan ekspansi pabrik ke beberapa kota besar Indonesia,” ungkapnya.

