Usai Listing Perdana Saham, Hero Global (HGII) Bidik Pembangkit Listrik 100 MW
JAKARTA, investortrust.id - Emiten sektor energi baru terbarukan (EBT), PT Hero Global Investment Tbk (HGII), kejar kapasitas pembangki listri terbarukan sebanyak 100 MW hingga 2031. Sedangkan dalam enam tahun ke depan, perseroan akan membangun hidro dengan total kapasitas 58 MW dan pembangkit EBT jenis lainnya, yaitu biomassa (8 MW), biogas (6MW), dan surya (10 MW), dalam enam tahun ke depan.
Sedangkan pergerakan harga saham perdana HGII di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan performa mengesankan. Saham emiten ke-5 yang mencatatkan saham di BEI tahun 2025 ini menguat dari harga perdana Rp 200 per saham menjadi Rp 54 poin (27%) ke level Rp 254 sesaat setelah listing pukul 09.01, Kamis (9/1/2025).
Baca Juga
Listing Perdana Saham Raja Roti (BRRC) Sempat Sentuh ARA Rp 262, Manajemen Ungkap Prospek Ini
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Yetna menunjukkan performa saham PT Hero Global Investment Tbk sesudah listing kepada jajaran Direksi dan Komisaris PT Hero Global Investment Tbk di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, (9/1/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Presiden Direktur Hero Global Investment (HGII) Robin Sunyoto mengatakan bahwa pencatatan secara resmi HGII di BEI menjadi tonggak sejarah penting (milestone) bagi Perseroan untuk meningkatkan bauran energi bersih. Langkah ini sejalan dengan komitmen dan target pemerintah menuju karbon netral (net zero emission) pada 2060. Komitmen HGII dalam melakukan ekspansi bisnis energi ramah lingkungan juga sejalan dengan target pemerintah untuk akselerasi energi baru terbarukan.
Terkait penggunaan dana IPO saham, dia mengatakan, untuk ekspansi pembangkit EBT. HGII menargetkan untuk memiliki dan mengelola pembangkit EBT dengan total kapasitas 100 MW pada 2031.
“Dana IPO HGII sebesar Rp 260 miliar akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 25 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) kapasitas 10 MW yang keduanya berlokasi di Sumatra Utara," kata Robin saat seremoni pencatatan saham perdana HGII di BEI, Senin (9/1/2025).
Baca Juga
BEI Catat 22 Perusahaan dalam Pipeline IPO Saham, 19 di Antaranya Beraset Jumbo
Robin memaparkan, PLTA 25 MW diestimasi mulai konstruksi tahun 2025, sedangkan PLTM 10 MW diestimasi mulai konstruksi tahun 2026. Kedua pembangkit hidro tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada 2028.
Secara keseluruhan HGII akan membangun pembangkit hidro dengan total kapasitas 58 MW dan pembangkit EBT jenis lainnya yaitu biomassa (8 MW), biogas (6MW), dan surya (10 MW) dalam 6 tahun ke depan.
“Tujuannya untuk memperkuat posisi perusahaan dalam pengembangan energi bersih di Indonesia,” pungkasnya.

