BEI Catat 22 Perusahaan dalam Pipeline IPO Saham, 19 di Antaranya Beraset Jumbo
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sebanyak 22 perusahaan sedang masuk dalam antrean (pipeline) pencatatan umum perdana (initial public offering/IPO) saham per Jumat (3/1/2025). Dari 22 perusahaan yang antre, terdapat sebanyak 19 perusahaan dengan aset skala besar atau jumbo yang bernilai di atas Rp 250 miliar.
Sedangkan 2 perusahaan dengan skala menengah beraset Rp 50-250 miliar dan hanya satu perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp 50 miliar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, belum ada perusahaan tercatat yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia hingga 3 Januari 2025.
Baca Juga
Dikendalikan Erwin Susanto, Saham IPO Paling Cuan Ini Melambung 437,5%
Sementara itu, Nyoman menyatakan bahwa dari 29 perusahaan tercatat dalam pipeline, terdapat 3 perusahaan dari sektor bahan baku, 1 perusahaan konsumer siklikal, 5 perusahaan dari sektor konsumer non siklikal, 3 perusahaan dari sektor energi, 2 perusahaan dari sektor keuangan, dan 3 perusahaan dari sektor kesehatan.
“Kemudian 2 perusahaan dari sektor properti dan real estat,” tulis Nyoman melalui keterangannya, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga
Terkait rights issue, hingga 3 Januari 2025 terdapat 8 perusahaan yang tercatat dalam pipeline right issue dengan klasifikasi 3 dari sektor bahan baku, 2 dari sektor energi, 2 dari sektor kesehatan, dan 1 dari sektor infrastruktur.
Selanjutnya, masih terdapat 15 emisi dari 12 penerbit EBUS yang tercatat dalam pipeline, dengan klasifikasi sektor yaitu 2 perusahaan dari sektor material dasar, 3 perusahaan dari sektor energi, 5 perusahaan dari sektor keuangan, 1 dari sektor properti dan real estat, serta 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

