Saham AKR Corporindo (AKRA) Direkomendasikan Beli, Meski Lahan Industri di Bawah Target, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Prospek dan target harga saham PT AKR Corpora Tbk (AKRA) tetap kuat tahun 2025, seiring dengan target manajemen terhadap potensi pertumbuhan laba bersih perseroan dan penjualan lahan industry tahun ini.
Manajemen AKRA sebelumnya mematok target pertumbuhan laba bersih menjadi Rp 2,4-2,6 triliun tahun ini. Target tersebut mempertimbangkan peluang peningkatan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM), pertumbuhan margin keuntungan penjualan BBM, dan target penjualan lahan industry seluas 80-110 hektare.
Baca Juga
Hingga September, Pendapatan dan Laba Atribusi AKR Corporindo (AKRA) Kompak Turun Jadi Segini
“Manajemen perseroan menyebutkan akan ada penjualan lahan seluas 50 hektare dari Hebang dan salah satu klien lainnya seluas 30 ha dari klien yang ditangguhkan tahun lalu,” tulis riset analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Terkait penjualan lahan industry tahun lalu, BRI Danareksa Sekuritas, hanya mencapai 37 hektare. Angka tersebut jauh di bawah target tahun 2024 seluas 110-130 hektare. Rendahnya penjualan lahan tersebut dipicu atas adanya penundaan pembelian lahan dari perusahaan besar seluar 60 hektare.
Didukung sejumlah faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.600. Saat ini, saham AKRA masih ditransaksikan di bawah valuasi. Sedangkan Mandiri Sekuritas dalam riset pagi ini justru memberikan target harga saham AKRA lebih tinggi Rp 2.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Anak Usaha Anugerah Krida Retailindo (Akrida)
Emiten perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak dan pengembang kawasan industry, AKR Corporindo (AKRA), sebelumnya telah meningkatkan modal ditempatkan dan disetor pada anak usaha PT Anugerah Krida Retailindo (AKRIDA) sejumlah Rp 72 miliar dari yang semula Rp 967,16 miliar menjadi Rp 1,03 triliun.
Sedangkan, besaran peningkatan modal dasar yang disetor pada Akrida sejumlah Rp 500 miliar, dari yang semula Rp 1 triliun naik menjadi Rp 1,5 triliun. Direktur dan Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu mengatakan, dana yang diperoleh Akrida akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha Akrida atau permodalan anak-anak perusahaan Akrida.
Sementara itu susunan pemegang saham Akrida setelah penambahan modal menjadi AKRA sebesar 1,03 juta saham dengan nilai nominal saham Rp 1,03 triliun (99,99%) dan PT AKR Niaga Indonesia sebesar 10 saham dengan nilai nominal saham Rp 10 juta (0,01%).
Grafik Saham AKRA

